Kejati Jebloskan Lima Tersangka Baru Kasus Korupsi KPU Jatim

Rois Jajeli - detikNews
Senin, 11 Apr 2016 20:10 WIB
Foto: Rois Jajeli
Surabaya - Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejati Jatim kembali menjebloskan tersangka dugaan korupsi proyek pengadaan DPT Pilpres fiktif di KPU ke Rutan Kelas I Medaeng.

Lima tersangka baru yang ditahan kejati yakni Doddy Siswanto, Yahya Hanif, Baskoro, Totok Suhardi dan Kahar Reffy. Mereka ini memiliki perusahaan, namun nama perusahaannya dipinjam untuk pengadaan logistik Pilpres dan Pilgub di KPU Jatim yang diduga fiktif.

"Nama perusahaannya dipinjam dan tersangka mendapatkan fee 2 persen," kata Kasi Penyidikan Pidsus Kejati Jatim Dandeni Herdiana di kantor kejati, Jalan A Yani, Surabaya, Senin (11/4/2016).

Penetapan kelima tersangka baru ini hasil dari pengembangan kasus sebelumnya yang juga menjerat lima orang tersangka, mulai dari pejabat dan staf KPU Jatim hingga rekanan, perantara samapi konsultan KPU Jatim.

Awalnya kerugian negara sekitar Rp 5,7 milliar. Setelah dikembangkan, kerugian negara mencapai Rp 6,7 milliar. "Penetapan tersangka ini hasil dari pengembangan kerugian negara Rp 6,7 milliar," terangnya.

Dengan penambahan tersangka ini, maka penyidik kejaksaan sudah menetapkan 10 tersangka yakni Anton Yuliono-pejabat penanda tangan surat perintah membayar, Achmad Suhari-bendahara, dan Nanang Subandi-rekanan. Serta Fachrudi Agustadi, perantara proyek dan Achmad Sumariyono-konsultan. Doddy Siswanto, Yahya Hanif, Baskoro, Totok Suhardi dan Kahar Reffy.

Dari 10 tersangka ini, 9 orang sudah dijebloskan ke Rutan Medaeng. Sedangkan satu tersangka lainnya, Achmad Sumariyono belum ditahan, karena masih dalam proses penyembuhan setelah operasi gagal ginjal.

"Kami berikan waktu untuk penyembuhan, tapi kami tetap melakukan pemantauan perkembangan kondisi tersangka," tandasnya. (roi/fat)