Informasi yang dihimpun menyebutkan, hilangnya MCB itu pertama kali diketahui Usman (49) pemasang instalasi listrik saat hendak dicoba untuk dinyalakan. Alangkah kagetnya Usman, pasalnya setelah dicoba beberapa kali dinyakan ternyata tidak ada arus listrik yang masuk.
"Saya coba nyalakan sambil memasang lampu di sejumlah fitingan, ternyata tidak ada arusnya," ungkap Usman.
Usman mengaku, pemasangan sebanyak 266 unit MCB tersebut baru saja selesai pemasangannya Sabtu lalu dengan lama waktu pengerjaan selama 8 hari. Setelah tahu box MCB ada yang hilang, dirinya berusaha mengecek seluruh boks di seluruh lantai bangunan yang belum digunakan. Dari 5 lantai bangunan tersebut, ternyata hanya menyisakan 1 MCB di lantai bawah saja.
"Di lantai1, 2, 3, 4 dan juga lantai 5 di gedung utara, semua MCB-nya hilang," akunya.
Tampaknya pelaku sudah sangat profesional dan faham betul bagaimana melepas secara cepat ratusan unit MCB yang terpasang. Pasalnya, ada yang dilepas kabelnya dengan cara melepas baut terlebih dahulu, namun sebagian besar kabelnya dipotong tepat di ujung baut yang menempel di lubang baut bodi MCB. Tak puas membawa kabur ratusan MCB, pelaku juga menggondol kunci boks yang tertinggal.
"Jika ditotal, kerugian akibat kejadian ini mencapai Rp 13 juta dan saya juga sudah melaporkan ini kepada pimpinan saya," terangnya.
Sementara dari olah TKP menunjukkan, pelaku sangat mudah masuk ke sejumlah ruangan dari lantai 1 hingga 5. Sebab belum ada pintu sama sekali antara yang menghubungan dari lantai 1 hingga lantai kelima. Maklum pembangunan gedung ini masih dalam proses finishing. Begitu juga pintu tangga dari tangga luar sisi timur.
Intinya, pelaku leluasa mau masuk arah mana saja. Meski polisi sudah melakukan olah TKP, belum bisa menemukan jejak pelaku. Hanya petugas memperkirakan, pekaku bergerak sangat cepat. Ada kemungkinan pelakunya lebih dari satu orang. Sebab untuk mencapai 18 boks dari lantai satu ke lainnya sangat membutuhkan waktu panjang. (fat/fat)











































