Muslimat NU MoU dengan BPJS Kesehatan

Muslimat NU MoU dengan BPJS Kesehatan

Erliana Riady - detikNews
Minggu, 10 Apr 2016 14:41 WIB
Muslimat NU MoU dengan BPJS Kesehatan
Muslimat NU MoU dengan BPJS Kesehatan/Erliana Riady
Blitar - Pimpinan Pusat Muslimat Nahdatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa menandatangani MoU dengan BPJS Kesehatan. Kerjasama ini dikukuhkan saat Harlah ke-70 NU di Desa Bakung Kec Bakung Kabupaten Blitar Minggu (10/4/2016).

Hal ini sebagai bentuk komitmen pelaksanaan program jaminan kesehatan di Indonesia. Dengan nota kesepakatan ini diharapkan dapat mendukung BPJS Kesehatan mencapai Universal Health Coverage tahun 2019 mendatang.

"Muslimat NU merupakan organisasi terbesar dalam bidang sosial, keagamaan dan kemasyarakatan. Dengan kerjasama ini diharapkan Muslimat NU memiliki kekuatan besar dalam mengajak masyarakat menjadi akselerator mencapai tujuan pemerintah di bidang ekonomi, pendidikan, sosial dan kesehatan," kata Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris.

Hingga 1 April 2016, tercatat sebanyak 164.745.113 jiwa penduduk Indonesia telah menjadi peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Hadirnya program ini membuat masyarakat yang awalnya takut berobat ke fasilitas kesehatan menjadi tidak khawatir lagi.

Sesuai dengan road map yang disusun, diharapkan pada 1 Januari 2019 mendatang, seluruh penduduk Indonesia telah tercakup dalam program JKN-KIS serta mendapatkan jaminan kesehatan yang dapat melindungi mereka saat sakit.

Sementara wanita yang juga menjabat mensos ini menjadi awal kerjasama yang baik antara BPJS Ksehatan dengan Muslimat NU. "Kita berharap sinergi ini bisa meningkatkan derajat kesehatan muslimat NU dan seluruh rakyat Indonesia melalui penyediaan jaminan kesehatan dalam program JKN-KIS," jelas Khofifah.

Di hadapan sekitar 30 ribu muslimat NU yang hadir di Lapangan Desa Bakung, Khofifah juga menandatangani Deklarasi Laskar Anti Narkoba, dengan harapan anak cabang dan ranting NU juga membentuk Laskar Anti Narkoba segera gerakan nasional pemberantasan narkoba di Indonesia. (fat/fat)
Berita Terkait