Korban bersama teman-temannya. Informasi yang dihimpun, korban tewas setelah sebelumnya perahu karet yang dinaiki korban bersama 4 temannya dan 2 dari crew rafting terseret arus hingga 100 meter.
"Korban sempat dibawa ke puskesmas setempat oleh tim saat dievakuasi dari sungai, masih kondisi kritis. Mau dilakukan pertolongan selanjutnya, ternyata nyawa korban tak tertolong," kata AKP Wijaya, Kapolsek Tiris, Sabtu (9/4/2016).
Sementara pihaknya mengimbau, para wisatawan hati-hati saat mengikuti rafting di Tiris. Jika cuaca buruk sebaiknya diurungkan dulu untuk rafting. "Jenazah korban kami bawa ke kanar jenazah, untuk kepentingan autopsi," tambah AKP Wijaya.
Manajer Operasional Rafting Noars, Frans mengaku saat itu, Jumat (8/4) cuaca cukup cerah. Tiba-tiba, perahu korban terbentur tebing, perahu karetnya terbalik dan korban terpental hingga terserat arus.
"Ini murni kecelakaan, untuk cuaca dan arus cukup bagus. Karena perahu karetnya tabrak tebing, korban tidak bisa berenang dan terseret arus," tambah Frans saat ditemui di rumah sakit.
(fat/fat)










































