DetikNews
Selasa 05 April 2016, 15:23 WIB

Konvoi Kemenangan Arema Cronus Diwarnai Pengrusakan Mobil

Muhammad Aminudin - detikNews
Konvoi Kemenangan Arema Cronus Diwarnai Pengrusakan Mobil Honda Brio pecah kaca setelah dirusak oknum suporter/Foto: Muhammad Aminudin
Malang - Sejumlah kendaraan roda empat di Kota Malang menjadi korban oknum suporter yang tengah bereuforia atas kemenangan Arema Cronus dalam laga Bhayangkara Cup 2016.

Ada dua korban melaporkan kendaraannya jadi sasaran amuk peserta konvoi ke Polres Malang Kota. Polisi pun bertindak cepat dengan mengamankan dua oknum suporter yang diduga kuat menjadi pelaku pengrusakan terhadap mobil Honda Stream L 1453 EM.

"Peristiwanya kemarin malam, dua orang dibawah umur sudah kami amankan," ujar Kasubag Humas Polres Malang Kota AKP Nunung Anggraeni kepada wartawan di mapolres Jalan Jaksa Agung Suprapto, Selasa (5/4/2016).

Dikatakan, mobil menjadi sasaran ditumpangi oleh ibu bersama seorang balita yang terjadi di kawasan Betek, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. "Korban shock, dan kasus ini terungkap karena korban menghafal betul kendaraan yang dikendarai para pelaku," ujar Nunung.

Nunung sendiri enggan membeberkan identitas kedua pelaku pengrusakan dan dirinya memastikan proses penyidikan sudah dilakukan.

Aparat kepolisian menghimbau kepada semua pihak untuk dapat menahan diri selama mengikuti konvoi, sehingga peristiwa serupa tidak terulang kembali.

Diketahui, ada dua mobil menjadi korban pengrusakan oknum suporter yang tengah menggelar konvoi sejak kemarin. Satu adalah mobil Honda Brio bernomor polisi N dan satunya Honda Stream bernomor polisi L.

Angga Pratama (19), salah satu pemilik kendaraan Honda Brio menceritakan, kendaraannya jadi sasaran amuk suporter saat melintas di Jalan Bandung. Kala itu, dirinya terjebak lautan konvoi kendaraan roda dua. "Saya berhenti, ketika melihat konvoi, tapi justru malah dipukuli kaca hingga pecah," tuturnya ditemui wartawan di Mapolres Malang Kota.

Adanya peristiwa pengrusakan kendaraan oleh oknum suporter sangat disayangkan oleh Wali Kota Malang Moch. Anton serta Rendra Kresna menjabat sebagai Bupati Malang.

Hampir sama, Rendra dan juga Anton menilai tindakan itu bukan mencerminkan Aremania atau suporter sepakbola di Kota Malang. "Seperti itu, pasti bukan Aremania," ucap keduanya.
(bdh/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed