"Dokternya bilang suami saya sudah terlalu lama opname. Bisa membuat rumah sakit jadi tekor (rugi, red). Saya terkejut dokternya bilang begitu. Makanya meski masih belum sembuh, terpaksa kemarin suami saya bawa pulang," kata Suraena (43), istri si pasien di rumahnya, Jumat (1/4/2016).
Pengamatan detikcom, sejak dibawa pulang dari rumah sakit, Supiyono kini dirawat sendiri istri dan sanak keluarganya. Kondisi bapak 4 anak itu tampak memprihatinkan. Akibat penyakit jantung dan paru-paru yang dideritanya, Supiyono kini hanya bisa tergolek lemah di dalam rumahnya, yang hanya berdinding anyaman bambu.
Selain mengalami kebisuan, Supiyono yang menjadi tulang punggung keluarga dengan menjadi penjual cangkokan tanaman keliling itu kini juga mendadak stroke. Keinginan keluarganya agar Supiyono bisa sembuh dari penyakitnya jadi menipis, setelah 'diusir' oknum dokter berinisial T dari RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo.
"Dokternya menyuruh pulang itu waktu ngontrol ke ruangan. Sakit hati saya dengar dokternya bilang begitu. Tapi saya diam karena saya memang orang tidak punya," lirih Suraena sambil mengusap-usap tangan kanan suaminya yang masih bengkak.
Sebelum dibawa ke RSUD, Supiyono awalnya hanya mengalami sesak nafas. Saat itu dia dilarikan keluarganya ke Puskesmas Panarukan. Namun, selang dua hari penyakitnya itu kambuh dan dibawa lagi ke Puskesmas. Saat itu pihak Puskesmas menyarankan Supiyono untuk dirawat inap. Seketika itu keluarganya membawa Supiyono ke RSUD Situbondo.
"Awalnya opname 4 hari, setelah itu dibawa pulang. Tapi beberapa hari kemudian kambuh lagi dan dibawa lagi ke RSUD Situbondo. Tapi waktu itu kumatnya lain, suami saya tiba-tiba mengalami stroke," papar Suraena.
Selama menjalani rawat inap di Ruang Dahlia, kondisi kesehatan Supiyono tidak mengalami kemajuan berarti. Sehingga pihak keluarga tetap bermaksud merawatnya di RSUD Situbondo dengan menggunakan KIS. Namun, oknum dokter yang merawatnya malah menyuruh si pasien pulang karena dianggap sudah terlalu lama.
"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Ruangan tempat pasien dirawat dan dokter yang merawat. Tidak ada pengusiran, karena pasien sudah memungkinkan untuk dibawa pulang dan hanya perlu kontrol sambil berobat jalan," kata Dwi Herman Susilo, Kepala Bidang Pelayanan RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo, saat dikonfirmasi via saluran telepon.
Meski begitu, Dwi Herman menambahkan, pihaknya akan melakukan klarifikasi lebih detail terhadap dokter yang menangani pasien Supiyono. Sehingga nantinya dapat diketahui kenapa ada kesan pengusiran pasien dari rumah sakit. Tak hanya ke dokter saja, klarifikasi juga akan dilakukan ke pihak keluarga pasien.
"Kadang paket pelayanannya memang sudah habis atau yang lain. Cuma mestinya memang ada hal-hal yang tidak perlu disampaikan kepada keluarga pasien. Makanya kami akan klarifikasi dulu, biar semuanya jelas," pungkas Dwi Herman Susilo. (fat/fat)











































