Hujan deras yang turun sejak pukul 16.00 wib itu tinggi intensitasnya menjelang sore dengan membawa gumpalan awan hitam yang menggantung di atas Kota Blitar, rupanya menimbulkan pusaran angin yang memporak-porandakan atap rumah warga dan menumbangkan pohon-pohon di sepanjang kota patria itu.
Bakesbangpol Kota Blitar mencatat, wilayah dengan kondisi kerusakan parah ada di dua tempat. Untuk Jalan Wilis Kelurahan Kauman Kec. Kepanjen Kidul Kota Blitar, ada 15 rumah dengan atap rusak dan tak bisa dihuni, sebuah masjid atapnya terbelah dan puluhan pohon kecil dan besar tercerabut sampai akar sehingga menutup badan jalan.
Untuk sementara, Jalan Wilis ditutup sampai proses pembersihan pohon dari badan jalan. Hingga pukul 19.00 WIB, hujan masih deras mengguyur wilayah Blitar.
Lokasi parah juga terdata di Jl Tanjungsari Kel/Kec Sukorejo. 10 Rumah atapnya beterbangan dan tumbangnya pohon besar memutuskan kabel listrik. Untuk pengamanan, PLN langsung mematikan aliran listrik di wilayah itu sampai pembenahan kabel yang putus selesai dikerjakan.
"Warga dievakuasi di kantor kelurahan, ada juga di rumah tetangga yang tidak rusak. Sementara kami masih data apa saja yang dibutuhkan warga yang tidak bisa menempati rumahnya malam ini," jelas Kepala Bakesbangpol Kota Blitar, Didik Hariyadi.
Sementara wilayah Kabupaten Blitar, terdata hanya satu lokasi yang mengalami rusak parah. "Ada 8 rumah rusak parah akibat terjangan angin ada di wilayah Desa Sumberejo Kec Sanankulon Kabupaten Blitar," jelas Kasi Kedaruratan BPBD Kab Blitar, Ganef Rachmawanto.
Tampak beberapa petugas Bakesbangpol dibantu warga sedang membantu membenahi rumah warga, yang atapnya terbang menutup jalan yang menjadi akses utama jalur Kediri-Blitar-Malang tersebut. (fat/fat)











































