Festival Pop Singer Mandarin Satukan Budaya Melalui Seni

Festival Pop Singer Mandarin Satukan Budaya Melalui Seni

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Senin, 28 Mar 2016 14:00 WIB
Festival Pop Singer Mandarin Satukan Budaya Melalui Seni
Foto: Imam Wahyudiyanta
Surabaya - Festival Pop Singer Mandarin kembali digelar. Festival ini sudah digelar sejak tahun 2008. Perhelatan tahun ini sedikit berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Selain jumlah peserta yang semakin banyak, kualitasnya pun meningkat. Tak hanya itu peserta dari kalangan pribumi juga mulai bermunculan termasuk mereka yang memakai hijab. Koordinator acara, Indah Kurnia mengatakan, keterlibatan peserta dari kalangan di luar tionghoa dalam festival ini patut diapresiasi.

"Ini benar-benar di luar dugaan, artinya semakin banyak kalangan yang ingin melestarikan budaya. Festival ini juga mengajarkan pada kita bahwa seni bisa dipakai sebagai instrumen yang efektif mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa serta menumbuhkan semangat pembauran dan kesatuan," kata Indah Kurnia di sela acara di Ballroom SIBEC (Surabaya International Bussiness Exhibition and Convention) ITC, Senin (28/3/2016).

Festival ini diikuti ratusan peserta dari berbagai kota di Indonesia serta dari negara tetangga yakni Malaysia. Seleksinya digelar sejak Jumat (25/3) dan grand final, Minggu (27/3).

Peserta festival dibagi menjadi lima kategori yakni anak, yunior, dewasa, senior wanita, dan senior pria. "Jurinya dari kalangan profesional, dan setiap kategori pemenang tahun ini juga diisi dari kalangan pribumi. Kualitas mereka ngga kalah dengan kalangan tionghoa yang sehari-hari menggunakan bahasa Mandarin," tambah anggota DPR RI Komisi XI ini.

Festival Pop Singer Mandarin ini memperebutkan piala MenkumHAM RI. Turut hadir MenkumHAM RI Yasonna Laoly, Dirjen Imigrasi Ronny Zompie, Dirjen PAS Wayan Dusak, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Sumardi, Wakapolrestabes Surabaya, hingga Konjen RRC di Surabaya Miss Yu Hong.

MenkumHAM RI, Yasonna Laoly menyampaikan apresiasinya. "Saya bangga bisa menjadi bagian dalam acara ini seperti tahun-tahun sebelumnya. Kita sebagai bangsa yang sama bisa dipersatukan lewat musik. Sejenak kita sama-sama menikmati budaya Mandarin yang ditampilkan dari lintas kalangan masyarakat," imbuhnya.

Festival ini dari tahun ke tahun selalu didominasi kalangan tionghoa. Namun, malam itu peserta dari Jember, Yoshida yang sehari-hari memakai hijab tampil sangat percaya diri dan apik dalam membawakan lagu Mandarin. Yoshida pun berhasil menyabet juara I kategori dewasa.

Wagub Jatim, Saifullah Yusuf mengaku meski dirinya tak paham bahasa Mandarin namun ia tertarik menyimak lantunan musiknya.

"Festival ini menarik, itu sebabnya saya selalu menyempatkan hadir kalau diundang. Terutama tadi penampilan peserta dari kalangan anak-anak juga luar biasa. Antusias peserta festival ini secara umum juga luar biasa," imbuhnya. (iwd/fat)
Berita Terkait