Wakil Ketua PWNU Jawa Timur dr Edi Suyanto SpF mengaku semua pasien sudah menjalani screening dan ditangani dokter yang berpengalaman menjalani operasi di rumah sakit. Sebelumnya, baksos yang sama dilakukan tahun 2015 dengan 3.000 mata.
"Nantinya di 36 RS NU yang tersebar di Jawa Timur akan ada 12 kali operasi katarak yang disupport Sido Muncul," kata dr Edi Suyanto kepada detikcom, Senin (28/3/2016).
Sementara Direktur RS Nyai Ageng Pinatih Gresik, drg Djayadi mengatakan, sebelum dilakukan operasi katarak ada tahapan yang harus dilakukan.
"Sebelum dioperasi setiap pasien yang sudah didaftar di-screening dulu dengan dokter mata sebelum ke meja operasi," tambahnya.
Head Distribution Area Jatim dan Bali PT Sido Muncul, Purjanto menjelaskan, operasi katarak sudah dilakukan mulai 2011 hingga 2015, atau telah melakukan operasi 45 ribu mata.
"Operasi tersebut dilaksanakan di 27 provinsi, 205 kabupaten/kota, dan 228 rumah sakit di Indonesia. Dan ini merupakan rangkaian MoU antara PWNU dengan Sido Muncul pada 2015 lalu," tuturnya.
Salah seorang pasien, Nafsiah (60), warga Kecamatan Gresik mengaku bersyukur akhirnya matanya bisa dioperasi. Sebab, jika mengandalkan hasil sebagai penjual es keliling tidak mungkin melakukan operasi dengan biaya sendiri.
"Alhamdulillah operasinya lancar. Saya bersyukur ada bantuan operasi katarak gratis. Selama ini mata sebelah kiri saya kabur sudah lama dan tidak bisa melihat dengan jelas," ujarnya. (fat/fat)
