"Tes urine secara tiba-tiba ini merupakan salah satu strategi agar para prajurit yang terlibat narkoba, baik penguna, pengedar maupun bandar walaupun berada di lingkungan militer tidak akan bisa lolos dari pemeriksaan," kata Kadispenarmatim Letkol Laut (KH) Maman Sulaeman dalam rilis yang diterima detikcom, Senin (28/3/2016).
Kebijakan prajurit Koarmatim bebas narkoba, lanjut Maman, merupakan kebijakan pimpinan Koarmatim yaitu Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Darwanto, bahwa prajurit Koarmatim harus bebas dari Narkoba, bagi prajurit yang terlibat dalam penggunaan narkoba akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.
"Hal tersebut juga merupakan kepedulian pimpinan TNI Angkatan Laut terhadap situasi dan kondisi bangsa Indonesia yang dalam keadaan darurat narkoba," tegas Maman.
Pemeriksaan urine yang dilakukan oleh Pomal Koarmatim bekerja sama dengan Diskes Koarmatim dan Denintel Koarmatim dihadiri oleh Komandan Detasemen Intelejen (Danden Intel) Koarmatim Letkol Laut (P) Putu Budiastika, Kepala Seksi Penegakan Ketertiban Polisi Militer (Gaktibpom) Koarmatim Letkol Laut Hendrawan Setiawan dan para Perwira Pomal Koarmatim.
Sedangkan pemeriksaan tes urin dilakukan para prajurit yang mengawaki KRI jajaran Satfib Koarmatim, antara lain KRI Multatuli (MLT)-561, KRI Teluk Penyu (TPN)-513, KRI Teluk Mandar (TMR)-514, KRI Teluk Sampit (TSP)-515, KRI Teluk Banten (TBT)-516, KRI Teluk Ende (TLE)-517, KRI Teluk Jakarta (TJA)-541, KRI Teluk Sangkulirang (TSR)-542.
(ze/fat)











































