"Katanya masih menunggu dokternya untuk mencabut panah ini," kata Saina saat ditemui di Ruang Mawar RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo, Sabtu (26/3/2016).
Keterangan detikcom, insiden yang dialami Saina terjadi di depan rumahnya, di Dusun Kaliasin Desa Tanjung Pecinan Kecamatan Mangaran, sekitar pukul 21.00 WIB Jumat (25/3) tadi malam. Saat itu, korban duduk-duduk sambil menonton TV di rumah tetangganya yang berhadapan.
Korban sendirian karena suaminya, Niwan (50), saat itu sudah tidur. Saat asyik nonton TV itulah, tiba-tiba sebuah busur panah menancap di bagian kakinya hingga Saina langsung ambruk. Tahu begitu, warga langsung melarikan korban ke RSUD Situbondo.
"Untungnya posisi duduk saya lagi medongkrong. Kalau tidak, panah ini bisa mengenai perut," sambung Saina.
Sesaat setelah ambruk, Saina sempat melihat dua orang tak dikenal berada di balik pagar samping rumahnya. Keduanya sempat mengamati korban sesaat setelah terkena panah. Mereka baru kabur, setelah Saina menjerit-jerit meminta tolong.
"Sempat dikejar sama warga, tapi tidak kena. Saya tidak tahu kenapa sampai begini, padahal selama ini saya merasa tidak punya musuh," tutur Saina.
Aparat Kepolisian yang turun ke lokasi kejadian menemukan paser panah, yang diduga sengaja dibuang oleh pelaku. Hingga kini, polisi masuk terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus tersebut.
"Motifnya belum tahu. Ssekarang kami masih melacak pelakunya. Paser panah yang kami amankan itu, seperti paser panah untuk memanah ikan. Mudah-mudahan segera terungkap," tandas Kapolsek Mangaran Iptu H Hasanuddin. (bdh/bdh)











































