"Saya mengajak para remaja dan karang taruna untuk mencintai dunia pertanian. Mindset remaja tentang pertanian harus dirubah. Bagaimana remaja menjadi petani modern dan punya masa depan," kata Saifullah Yusuf di sela MoU Program pengembangan dan pelatihan pemuda di bidang Pertanian kerjasama antara Pengurus Karang Taruna Nasional, PT Petrokimia Gresik dan Pelatihan Anak Tani Remaja (Patra) di Wisma Kebomas, Petrokimia Gresik, Senin (21/3/2016).
Wagub yang akrab disapa Gus Ipul menambahkan, Indonesia adalah negara agraris. Perlu dukungan remaja dan karang taruna untuk berkecimpung di dunia pertanian.
"Mereka perlu diarahkan dan didik menjadi petani modern, bukan petani kultural," tuturnya.
"Bagaimana melihat cuaca dengan teknologi, menanam benih unggul, memupuk yang baik. Memang ini PR (pekerjaan rumah) kita. Maka kita dorong hadirnya petani baru dan modern," terangnya.
Direktur Utama Petrokimia Gresik Nugroho Christijanto mengatakan, 'Taruna Petro Putra' merupakan solusi atas permasalahan regenerasi di sektor pertanian saat ini.
Katanya, sektor pertanian memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional dan merupakan bagian tak terpisahkan dari ketahanan negara.
"Selain menjawab permasalahan regenerasi petani, kegiatan ini juga memberikan banyak benefit kepada para pihak, baik dari segi pengembangan, pengetahuan, skill maupun ekonomi," ujar Nugroho.
Pemilihan Karang Taruna dan Patra pun bukan tanpa alasan. Karang Taruna dipilih karena memiliki anggota usia produktif dalam jumlah besar, jaringan atau networking berskala nasional, dan merupakan satu-satunya organisasi sosial kepemudaan yang keberadaannya diamanatkan dalam Undang-Undang.
Regenerasi petani masih belum bisa berjalan. Generasi muda enggan menjadi petani. Karena itu PG merangkul Patra dan Karang Taruna, dalam rangka memberikan sumbangan proses regenerasi petani.
Pelatihan Anak Tani Remaja telah beroperasi lebih dari 10 tahun-sejak 2005 dan memiliki 2.000 anggota lebih yang tersebar di 18 kabupaten di 9 provinsi mulai dari Kabupaten Gresik, Lamongan, Bojonegoro, Tuban, Bondowoso, Situbondo, Malang, Kebumen, Karangasem, Bangka, Bangka Selatan, Gorontalo, Kapuas Hulu, Banjarbaru, Tapi, Lombok Timur hingga Waingapu.
"Petrokimia Gresik akan mendukung dan memfasilitasi berbagai kegiatan Patra dan Karang Taruna yang telah terprogram dalam framework kerjasama ini," terangnya sambil membeberkan tentang framework yakni, Pertama, program pelatihan pertanian meliputi praktek budidaya pertanian, bantuan sarana pelatihan, dan sosialisasi program key farmer (petani ikut menjadi penyuluh pertanian).
Kedua, program kerjasama budidaya pertanian meliputi pengembangan usaha di bidang pertanian. Ketiga, program Jambore Nasional yakni ajang pertemuan perwakilan anggota Patra dan Kartar dari seluruh Indonesia. Dalam kegiatan ini, para petani akan menampilkan berbagai inovasi dan saling berbagi pengetahuna (transfer dan sharing knowledge). Keempat, program publikasi, rangkaian kegiatan tersebut akan dipublikasikan di media massa.
Dirut PT Pupuk Indonesia (Persero) Aas Asikin Idat menambahkan, pihaknya sangat mendukung program regenerasi petani ini karena sejalan dengan program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah.
"Semoga para petani muda ini dapat menjadi agent of change di dunia pertanian," jelas Aas Asikin sambil menambahkan, selain Petrokimia Gresik, pihaknya juga mengajak PT Pupuk Kaltim, Pupuk Sriwijaya, dan perusahaan lainnya untuk mendukung program Patra. (roi/fat)











































