Satu dari 91 Anggota Polresta Mojokerto Terindikasi Narkoba

Satu dari 91 Anggota Polresta Mojokerto Terindikasi Narkoba

Enggran Eko Budianto - detikNews
Senin, 21 Mar 2016 12:44 WIB
Satu dari 91 Anggota Polresta Mojokerto Terindikasi Narkoba
Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - 91 Anggota Polres Kota Mojokerto dibantu Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) menggelar tes urin, Senin (21/3/2016). Hasilnya, salah satu sample urin milik anggota terindikasi mengandung zat benzodiazepine (Bzo) atau zat psikotropika.

"Kami belum pernah melakukan tes urin terhadap anggota. Baru kali ini karena keterbatasan alat. Saya berharap bisa menemukan jika ada anggota yang memakai narkoba," kata Kapolres Kota Mojokerto AKBP Nyoman Budiarja yang juga mengikuti tes tersebut.

Tes urin kali ini digelar di depan masjid Polres Kota Mojokerto. Secara bergiliran anggota dan perwira polisi diminta memberikan sample air kencingnya dan diberi nomor sesuai urutan. Setelah itu, tim dokter dari Poliklinik Bhayangkara dan BNNK menguji sample urin anggota dengan drugs abuse test (alat uji narkoba).

Menurut anggota BNNK Mojokerto Nur Hanita, alat tersebut mampu mendeteksi kandungan 5 zat berbahaya sekaligus. Antara lain, Thc (Tetrahydrocannabinol) atau zat yang terkandung dalam ganja, Mor (Morphine), Amp (Amphetamine), Met (Metamphetamine) atau sabu, serta Bzo (Benzodiazepine) atau zat psikotropika.

Dari 91 sample urin anggota yang diuji, ternyata ditemukan satu sample yang terindikasi mengandung zat berbahaya. Sample nomor 1 itu diduga mengandung Bzo atau zat psikotropika.

Nyoman menjelaskan, pihaknya akan menugaskan Seksi Propam Polres Kota Mojokerto untuk melakukan penyelidikan jika menemukan anggotanya yang terindikasi memakai narkoba. Itu untuk memastikan apakah anggota tersebut sebatas pengguna atau pengedar.

"Kalau dia pengguna akan kami sidang disiplin, kalau dia pengedar pasti kami pecat dan kami kenai pidana," tandasnya.

Nyoman menambahkan, tes urin ini merupakan upaya untuk memberantas penyalahgunaan narkoba di dalam kesatuannya. "Jadi pemberantasan narkoba kami mulai dari dalam. Ini bukti kami serius memberantas narkoba," pungkasnya. (fat/fat)
Berita Terkait