Lori wisata ini jadi salah satu jujugan wisata baru di kawasan ujung barat Banyuwangi. Wisata alam, kuliner hingga edukasi bisa dinikmati secara bersamaan. Bentuk kolaborasi lintas sektoral baik dari Pemkab Banyuwangi, Pemkab Jember dan PT KAI menjadi bentuk komitmen bersama untuk saling meningkatkan kunjungan wisata.
"Lori wisata ini adalah bentuk kolaborasi. PT KAI mendukung upaya pengembangan wisata di Banyuwangi. Wajib dijajal bagi wisatawan yang menyukai jenis wisata edukasi dan wisata sejarah, karena atraksi ini kental nuansa edukasi dan sejarah," kata Anas setelah peresmian lori wisata didampingi Dirut Keuangan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Didik Hatantyo di Stasiun Mrawan, Minggu (20/3/2016).
Rute lori wisata ini bisa dinikmati pengunjung muali dari Stasiun Kalibaru ke Stasiun Mrawan. Saat melewati terowongan Gumitir sepanjang hampir 700 meter, wisatawan bisa berhenti di depan terowongan, belajar sejarah, berfoto sambil menikmati nikmatnya suasana pegunungan.
Saat menempuh perjalanan selama 50 menit, wisatawan disuguhkan indahnya landscape kawasan perkebunan coklat dan kopi diatas ketinggian lebih dari 400 meter di atas permukaan laut. Dan menjadi sempurna ketika hamparan sejumlah Gunung Raung dan Gunung Gumitir berjejer.
Bagi pengunjung yang ingin menjajal suasana ini, disarankan para wisatawan menikmatinya di saat weekend secara berkelompok. Setiap satu trip dengan beranggotakan 16 orang, wisatawan dipatok dengan harga Rp 1,2 juta. Dan untuk bisa menggunakan lori wisata ini, pengunjung bisa lewat di Stasiun Kalibaru Banyuwangi atau agen wisata daerah.
Direktur Keuangan PT KAI Didik Hartantyo menambahkan, lori wisata ini merupakan inovasi PT KAI yang berkolaborasi dengan daerah maupun BUMN lainnya. untuk menghidupkan destinasi-destinasi wisata di daerah yang bukan hanya kebun, tetapi juga kuliner dan jasa transportasi.
"Selain itu, juga untuk membuka akses wisatawan asing dengan menggunakan jalur kereta api. Kedepan kami akan terus mencari daerah-daerah aktif untuk kolaborasi ini. Dan saya melihat Banyuwangi salah satu daerah yang selalu siap untuk kolaborasi pengembangan destinasi wisata baru,"ujar Didik. (fat/fat)











































