Kasub Divre Bulog III Wilayah Bojonegoro, Efdal mengatakan, target penyerapan gabah petani yang sudah dijalankan selama 1 minggu ini diiakui sebagai target penyerapan yang tertinggi sepanjang sejarah Bulog di wilayahnya. Pasalnya, selama ini Bulog wilayah Bojonegoro rata-rata hanya menyerap 117 ribu ton gabah pertahun. Sementara, target yang ada sekarang harus dilakukan selama 3 bulan ini.
"Memang agak berat tapi kita optimis target ini akan tercapai dan kita akan berusaha semampu kita," kata Efdal kepada wartawan, Minggu (20/3/2016).
Penyerapan ini, lanjut Efdal, sesuai perintah mentan. Pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi dengan jajaran dan akhirnya disepakati akan membeli gabah di wilayah Subdrive III selama 3 bulan kedepan sejumlah 81.900 ton. Jumlah sekitar 70 persen dari target setahun itu, lanjut Efdal, diakui sudah maksimal dan disesuaikan dengan kemampuan gudang penyimpan yang dimiliki di tiga kabupaten tersebut. "Jumlah ini sudah maksimal,"ujarnya.
Untuk memenuhi jumlah yang sudah ditargetkan itu, pihaknya akan membagi tim ke tiga kabupaten. Dari hitungan kasar, tambah dia, angka 81.900 itu jika dibagi tiga kabupaten akan menjadi 26, 500 ribuan per kabupaten atau justru ada daerah yang ditargetkan pembeliannya melebihi angka kasar tersebut.
"Yang jelas pada prinsipnya Bulog sudah berjalan membeli gabah petani, dan akan terus berupaya jemput bola, kami juga akan langsung menerima jika ada yang datang langsung ke gudang," tegasnya.
Efsal menuturkan, pembelian kali ini untuk harga tetap harus menyesuaikan kualitas gabah yang dihasilkan oleh petani sehingga secara otomatis harga yang diterima oleh petani perkilonya akan beragam.
"Harga yang didapat para petani nanti tentu tidak sama, sesuai dengan kualitas gabah, dan HPP yang kita tetapkan Rp 3.700, dan harganya kecendruanganya masih dibawa HPP," jelasnya.
Penyerapan gabah yang ditargetkan oleh Bulog ini dilakukan, setidaknya bisa meningkatkan asa para petani di wilayah cakupan Subdrive III, yang selama ini hasil panen belum mampu membuat petani di wilayah ini tersenyum, lantaran setiap kali panen harga gabah anjlok. (fat/fat)











































