Anas bertemu Prof Joni yang didampingi sejumlah wakil rektor dan para guru besar ITS di kampus ITS, Sabtu (19/3/2016).
"Kebetulan hari ini kan ada gawe mantunya Pakde Karwo (Gubernur Jatim Soekarwo) di Surabaya, jadi sekalian mumpung kami di Surabaya maka kami manfaatkan untuk meminta waktu Pak Rektor ITS. Alhamdulillah beliau sangat merespons, dan dalam waktu dekat akan direalisasikan dukungan ITS bagi Banyuwangi," ujar Anas.
Anas mengatakan, ITS bersama kampus lain di Banyuwangi seperti Politeknik Negeri Banyuwangi bakal bersama-sama mendorong pengembangan sejumlah SMK yang mempunyai jurusan yang berkaitan dengan teknologi.
"Kebetulan, sejumlah dosen Politeknik Negeri Banyuwangi kan lagi kuliah S2 dan S3 di ITS karena beasiswa pemerintah pusat. Jadi klop, nanti bisa sinergi," ujarnya.
Untuk SMK, sambung Anas, salah satu yang bakal diwujudkan adalah SMK baru di kawasan Tegalsari Banyuwangi yang tahun ini mulai dibangun dengan dana Rp14 miliar. SMK tersebut mempunyai jurusan terkait teknologi, pariwisata, dan batik.
"Kami dibantu Pakde Karwo untuk bangun SMK. Nah, nanti ITS bisa ikut bantu seperti bikin kurikulum berbasis technopreneurship, termasuk mendidik guru-gurunya. Mungkin nanti namanya SMK Kreatif. Saya akan usulkan ke Pak Gubernur untuk nama tersebut," ujarnya.
Selain dukungan untuk SMK di Banyuwangi, mahasiswa ITS juga diharapkan bisa melaksanakan pengabdian atau kuliah kerja nyata (KKN) serta penelitian di Banyuwangi.
"Nanti dalam kuliah kerja nyata, mahasiswanya bisa dampingi teknologi tepat guna sederhana bagi UMKM Banyuwangi. Bersama kampus-kampus lain termasuk yang ada di Banyuwangi, semakin banyak yang membantu SDM kami tentu semakin bagus. Kerja pengembangan SDM adalah kerja keroyokan," kata dia.
Anas mengatakan, dalam satu atau dua pekan ke depan, tim Pemkab Banyuwangi akan mendetailkan kerja sama dengan ITS tersebut. Termasuk akan dijajaki ITS bisa mendampingi pengembangan Politeknik Negeri Banyuwangi.
"Jadi kerangkanya adalah saling bantu untuk kembangkan SDM. Saya gembira karena teman-teman ITS niat tulus membantu," jelas Anas.
Sementara Rektor ITS Prof Joni Hermana merespons positif kerja sama tersebut. Tim teknis bakal menindaklanjuti rencana kerja sama tersebut. "Kami senang karena ada daerah yang kreatif mendorong inovasi dan perubahan," ujar Prof Joni.
ITS, sambung dia, mempunyai sumberdaya manusia yang kompeten untuk mendukung pengembangan SDM di daerah. "Dalam waktu dekat akan bertemu lagi, dan ITS memang punya tugas untuk terus meningkatkan kualitas SDM bangsa, termasuk di Banyuwangi," pungkas Prof Joni.
(iwd/fat)











































