Untuk menyampaikan harapannya, pekerja menggelar aksi dengan membawa spanduk besar bertulis 'Jangan Tutup Tempat Kerja Kami, Karena Kami Butuh Kerja Untuk Makan!'. Aksi digelar depan Gedung DPRD Kota Malang Jalan Tugu, Kamis (17/3/2016).
Menurut pekerja, keberadaan toko modern memang bukan hal negatif yang harus dipermasalahkan. Mereka menilai kehadiran toko modern bukti riil perkembangan ekonomi.
Secara bergantian pendemo dari pekerja toko modern di Malang Raya, tukang parkir, serta warga mengais rezeki di wilayah toko menggelar orasi.
"Silang sengketa antara kedua belah pihak yakni Pemkot Malang dan pihak mengatasnamakan 'warga kota' bisa menimbulkan efek berantai dan konflik sosial. Salah satunya pemutusan hubungan kerja," ungkap juru bicara Front Taktis Pekerja Toko Malang Raya Isa Anshori di sela aksi.
Isa juga menuntut ketegasan Pemkot Malang serta DPRD menyikapi desakan penertiban toko modern. Sebab, jika hal ini dibiarkan dengan 'menuruti' kemauan salah satu aliansi menolak toko modern akan berakibat fatal dengan adanya PHK massal, serta pihak-pihak yang selama ini bergantung hidup dari berdirinya toko modern.
"Semoga ditanggapi dengan bijak dan tegas. Eksekutif dan legislatif harus memikirkan hajat hidup orang banyak," tegasnya.
Di sela aksi, anggota DPRD Kota Malang menemui massa akan memperhatikan tuntutan mereka. "Akan kami sikapi apa yang menjadi permintaan jenengan semua," ujar Ketua Komisi A DPRD Kota Malang Sulik Listyowati di hadapan pendemo.
(fat/fat)











































