"Kereta yang baru ini mampu mengangkut lebih banyak barang," ujar Manajer Pemasaran dan Angkutan PT KAI Daop 8 Surabaya Sujarwo kepada wartawan di Stasiun Kalimas, Selasa (15/3/2016).
Sujarwo mengatakan, bila kereta barang yang lama hanya mampu mengangkut maksimal 42 ton, maka kereta barang yang baru ini mampu mengangkut hingga 54 ton. Boogey atau sasis yang baru adalah rahasia mengapa kereta barang baru ini bisa mengangkat beban lebih berat.
Kereta barang ini, kata Sujarwo, dibuat oleh negeri sendiri yakni PT INKA. Dan asyiknya lagi, ujar Sujarwo, harga atau arif yang berlaku tetap sama.
"Meski barang yang diangkut lebih banyak, namun harganya tetap sama. Sebelumnya jika mengangkut barang 42 ton harganya Rp 2,1 juta per TEuS, sekarang jika mengangkut barang 54 ton, harganya juga tetap Rp 2,1 juta per TEuS," lanjut Sujarwo.
Sayangnya saat ini masih hanya ada satu rangkaian kereta barang yang baru. Satu rangkaian terdiri dari 30 gerbong. Namun Sujarwo berjanji akan menambah lebih banyak lagi kereta barang baru ini. Hingga bulan depan Sujarwo sudah memesan sebanyak 135 gerbong.
" Kami sebenarnya ingin memesan hingga 400 gerbong, namun yang siap di PT INKA hanya 135 gerbong," kata Sujarwo.
Dengan amunisi baru ini, Sujarwo yakin konsumen pengguna kereta barang akan meningkat. Buktinya adalah Semen Indonesia yang sudah memesan 60 gerbong untuk mengangkut produknya menuju ke Jakarta.
"Dengan kereta, harga bisa lebih murah dan waktu tempuh bisa lebih singkat," tandas Sujarwo. (fat/iwd)











































