Pihak kepolisian terus melakukan penertiban kendaraan yang mau masuk ke areal pelabuhan ASDP Ketapang. Polres Banyuwangi mengimbau kepada pengguna jalan yang akan ke Situbondo atau pun Surabaya via jalur utara, untuk tidak melewati areal Pelabuhan ASDP Ketapang.
"Kami minta via Jember saja. khawatir nanti malah kejebak macet. Saat ini empat kantong parkir di sekitar pelabuhan sudah penuh. Antrean sudah sedikit berkurang hingga Watudodol. Malam kemarin sampai Kecamatan Wongsorejo atau sekitar 10 kilometer," ujar Kabag Ops Polres Banyuwangi Kompol Sujarwo, kepada detikcom, Jumat (11/3/2016).
Menurut Sujarwo, ada beberapa faktor penyebab kemacetan panjang ini. Antara lain saat ini Pelabuhan ASDP ketapang menerapkan pendataan setiap penumpang yang akan menyeberang ke Bali. Selain itu, penerapan pengikatan kendaraan di dalam kapal yang membutuhkan waktu yang lama.
"Pendataan penumpang membuat lamanya antrean. Selain itu juga dilakukan pengikatan kendaraan yang membuat waktu sandar kapal lama. Kira-kira 20 menit, padahal seharusnya waktu sandar hanya 7 menit," tambahnya.
Saat ini kata Sujarwo, ASDP Pelabuhan Ketapang mengoperasionalkan 29 Kapal Motor Penumpang. Sementara kapal Landing Craft Tank (LCT) diberhentikan operasionalnya. Sehingga kendaraan bermuatan barang saat ini bercampur dengan kendaraan penumpang dan pribadi.
"Efektifnya ada 34 kapal yang seharusnya beroperasi. Namun karena 6 kapal itu LCT jadi kebijakan ASDP tak dioperasionalkan," pungkasnya
Senada dengan Sujarwo, Sekretaris DPC Gapasdap Banyuwangi Putu Widiana juga mengatakan bahwa pendataan penumpang atau manifest dan pengikatan kendaraan menjadi salah satu sebab masih mengularnya antrean di penyeberangan Ketapang-Gilimanuk. Kebijakan tersebut membuat waktu yang dibutuhkan bagi sebuah kapal untuk berangkat menjadi lebih lama.
Selain itu, Putu menyebut bahwa weekend juga menjadi sebab banyaknya kendaraan yang turut mengantre. Antrean semakin lama karena kendaraan yang mendominasi adalah kendaraan besar seperti truk. Tidak dioperasionalkannya LCT dikarenakan tidak banyak yang berminat menggunakannya.
"Para sopir tidak mau dipisahkan dengan kendaraannya. Kalau pakai LCT kan hanya kendaraan saja yang masuk, sopir naik kapal ferry," ujar Putu.
Putu mengatakan, biasanya antrean kendaraan di penyeberangan Ketapang-Gilimanuk usai nyepi akan terurai 3-4 hari. Namun masa antrean tahun ini diperkirakan akan lebih panjang karena beberapa sebab tersebut.
"Belum terbiasa dengan aturan tersebut," kata Putu.
Putu sendiri belum bisa memperkirakan berapa hari lagi antrean kendaraaan akan terurai dan kembali normal. Yang pasti penyeberangan di Ketapang sudah memaksimalkan tujuh dermaga yang ada yakni tiga dermaga beton, tiga dermaga moveable, dan satu dermaga ponton. (iwd/iwd)











































