Kasus ini diketahui pertama kali oleh seorang pasien yang belum diketahui identitasnya, datang ke rumah korban untuk bertamu. Saar mengetuk pintu berkali-kali, korban tak segera membuka pintu.
Akhirnya si pasien ini memanggil ketua RT, Heri Budi Santoso (47), untuk membantu membuka pintu rumah korban. Begitu masuk rumah, mereka melihat korban ditemukan sudah tak bernyawa tergeletak di kursi tamu dengan kondisi kepala terdapat luka bacok. Seketika itu dua saksi segera melaporkan ke polisi.
"Saya mau bangunkan korban, ternyata dia sudah tewas. Ada luka bacok di bagian kepala,' kata Ketua RT setempat, kepada wartawan, Kamis (10/3/2016).
Setelah itu aparat setempat melaporkan kejadian ini ke polsek. Menerima laporan itu, anggota Polsek Kedunggalar dan Polres Ngawi meluncur ke lokasi dan melakukan olah TKP. Polisi menemukan barang bukti sebilah golok di rumah korban yang diduga digunakan pelaku untuk membantai.
"Awalnya si pasien yang mengetahui kali pertama pembunuhan ini. Korban mengalami luka bacok di pipi dan pelipis, banyak darah keluar," ujar Kapolsek Kedunggalar AKP Didik Setyawan.
Guna penyelidikan lebih lanjut, jenazah korban akhirnya dibawa ke kamar mayat RSUD Dr Suroto Ngawi untuk diotopsi. Hingga kini polisi belum mengetahui secara pasti apa motif di balik aksi pembunuhan sadis yang menimpa dukun pelaris dagangan ini.
(fat/fat)










































