"Ini untuk menyukseskan pencanangan imunisasi PIN Polio," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Asih Tri Rachmi di sela Pencanangan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio di Balai RW 21, Kelurahan Purwantoro, Selasa (8/3/2016).
Asih menuturkan bahwa Kota Malang sendiri sejak tahun 2014 dinyatakan bebas Polio. Namun karena masih ditemukan balita yang terkena polio di Sukabumi, Sampang, dan Probolinggo serta di 10 propinsi lainnya, maka Kementerian Kesehatan mencanangkan kembali PIN yang digulirkan mulai tanggal 8 hingga tanggal 15 Maret mendatang.
"Kami membentuk Pokja KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) untuk memantau perkembangan anak anak balita pasca imunisasi polio," tuturnya.
Wali Kota Malang Moch. Anton menghimbau kepada masyarakat untuk menjaga kesehatan buah hatinya. Karena mereka saat ini tumbuh kembang merupakan generasi emas 30 tahun ke depan.
"Tumbuh kembang anak yang sehat dapat menjadi modal pembangunan dimasa depan. Polio salah satunya disebabkan oleh minimnya perhatian orang tua selain penyebab medis dan penyebab lainnya," jelas Abah Anton sapaan akrab Wali Kota Malang.
Pencanangan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio di Kota Malang digelar di Balai RW 21, Kelurahan Purwantoro. Wali Kota Malang Abah Anton hadir didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kota Malang Dewi Farida Suryani, Wakil Wali Kota Sutiaji dan Sekretaris Daerah Kota Malang Cipto Wiyono.
(fat/fat)










































