Saat Anas dan rombongan melakukan sidak di Pasar Muncar, ia menyambangi lapak penjual sayur, pakaian, bumbu dapur dan ikan. Anas bertanya ke para pedagang pasar seputar saran perbaikan tata ruang pasar dan pengelolaan pasar tradisional. Lantaran pasar yang belum 100 persen rampung, rencananya baru bisa digunakan tahun depan. Namun Pasar Muncar sekarang sudah digunakan para pedagang untuk berjualan sejak 2 bulan lalu.
Sambil mengecek bangunan dan tata ruang dan pengelolaan pasar, AnasĀ beserta istri sempat berbelanja beberapa sayuran. Saat moment inilah, para pedagang pasar menggeruduk dan saling bersahutan memberi saran pada orang nomor 1 di Banyuwangi tersebut.
"Pak ini tolong pasarnya diberi ruang sekat saja supaya ada batas ruang antara pedagang. Ini sekarang pasarnya sepi," kata Siti Nurhasanah, (53)Warga Kebaman Srono, Selasa (8/3/2016).
"Lapak ikannya jangan di belakang pak, sepi. Di depan saja semua," sahut salah satu pedagang ikan, Sukirno.
Melihat antusias warganya, Anas langsung menyahut dan memberikan ruang pada para pedagang untuk diskusi ringan tentang tata ruang pasar tempatnya mengais rejeki.
"Ayo ayo sarannya apa saja ini dari para pedagang supaya pasarnya nyaman? Saya janji akan sidak kesini lagi tapi sampahnya harus dibersihkan dulu ya?," sahut Anas pada para pedagang yang menghampirinya.
Selama 25 tahun berdiri, pasar tradisional Muncar dikenal kumuh, becek dan pengab. Lapak yang tidak tertata dan sekat-sekat ruangan antara pedagang satu dengan lainnya menambah kondisi kumuh pasar semakin kental. Saat ini kondisi pasar memang masih transisi, para pedagang juga belum terbiasa dengan lapak terbuka dan tanpa sekat. Beberapa fasilitas pasar juga belum dilengkapi dengan sempurna.
"Ini pasar memang belum selesai, belum siap, tapi harus segera berjalan. Karena kalau nunggu masih tahun depan selesainya, pedagang pasti protes kelamaan. Iya memang masih trial and error, banyak yang perlu diperbaiki. Sabar nggih pak, bu," ujarnya pada para pedagang.
Seluruh pasar tradisional di Banyuwangi secara bertahap akan dibangun dan ditata layaknya pasar modern. Penataan ruang pasar dilakukan supaya para pedagang dan pembeli bisa saling memberi pelayanan dan kenyamananan saat bertransaksi. Penataan pasar tradisional, sambung Anas, dianggap merupakan budaya baru supaya bisa membentuk karakter pasar tradisional modern yang bersih, tertib dan nyaman.
"Maksudnya adalah memberikan zonasi agar pasar di wilayah Banyuwangi bisa tertata rapi dan bersih. Ini kan budaya baru supaya masyarakat bisa belajar. Pasar tradisional yang dikelola seperti pasar modern dalam management satu ruangan. Pasar yang atasnya terbuka. Pasar di banyuwangi secara bertahap akan dibuat seperti ini," tandasnya.
(fat/fat)











































