Siswa SMP ini Diajarkan Cara Membuat Alat Untuk Melihat Gerhana Matahari

H-2 Gerhana Matahari Total di Indonesia

Siswa SMP ini Diajarkan Cara Membuat Alat Untuk Melihat Gerhana Matahari

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Senin, 07 Mar 2016 17:25 WIB
Siswa SMP ini Diajarkan Cara Membuat Alat Untuk Melihat Gerhana Matahari
Para siswa diajarkan cara membuat kamera lubang jarum
Surabaya - Gerhana matahari memang tak bisa dilihat dengan mata telanjang. Diperlukan alat tertentu agar mata manusia bisa melihat fenomena alam ini dengan aman. Namun alat canggih seperti teleskop masih belum terjangkau, khususnya bagi siswa yang antusias ingin melihat peristiwa langka ini.

Namun ada alat lain yang lebih terjangkau, bahkan murah meriah karena bisa diciptakan sendiri. SMP Islam Al Azhar 13 Surabaya khusus mengundang Andi Sitti Maryam yang merupakan alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB). Selain memberikan penjelasan tentang gerhana matahari, Sitti juga mengajarkan cara membuat alat yang terbuat dari kardus dan kertas tersebut.

"Menatap gerhana matahari secara langsung akan merusak mata. Cahayanya dapat membakar retina dan menyebabkan kebutaan," ujar Maryam saat memberikan penjelasan kepada para siswa kelas VIII SMP Islam Al Azhar 13, Senin (7/3/2016).

Maryam meneruskan, adalah aman bagi mata untuk melihat saat terjadi gerhana matahari total. Namun saat matahari bergerak dan terbuka, mata dalam keadaan bahaya bila menatap langsung. Sinar terang yang terpancar bisa mengagetkan pupil mata yang masih terlalu besar usai berada di dalam kegelapan.

Maryam juga menjelaskan bahwa ada beberapa jenis gerhana matahari mulai dari gerhana matahari total, gerhana matahari cincin, gerhana matahari sebagian, dan gerhana matahari hibrida.

"Untuk Indonesia, setelah 2016 gerhana matahari diperkirakan akan terjadi lagi pada 2042," jelas founder komunitas pecinta astronomi Indonesia yang peresmiannya akan dilakukan bersamaan dengan gerhana matahari ini.

Ada sejumlah kawasan Indonesia yang mengalami gerhana matahari total. Namun tidak untuk Jawa. Jawa sendiri hanya akan mengalami gerhana matahari sebagian yakni hanya sekitar 83 %.

"83 % bayangan matahari akan tertutup bayangan bulan. Fase gerhana akan dimulai pukul 06.30 WIB dan mencapai 83 % pada pukul 07.30 WIB. Gerhana akan berakhir sekitar pukul 08.30 WIB," terang Maryam.

Maryam menambahkan, gerhana matahari bisa dilihat menggunakan teleskop, kaca mata filter matahari, dan kamera lubang jarum yang dibuat dari kardus. Untuk para siswa, teleskop mungkin jarang ada yang punya.

"Biasanya menggunakan kaca mata filter matahari atau yang paling sederhana membuat kamera lubang jarum yang bisa dibuat menggunakan kardus," ujar Maryam.

Para siswa pun diajarkan membuatnya. Untuk membuat kamera lubang jarum, peralatan yang disediakan adalah kardus, lakban, gunting, aluminium foil, dan jarum. Kamera lubang jarum bisa dibuat dengan cara melakban bagian bawah kardus, setelah itu dilubangi berbentuk kotak lalu ditutup dengan aluminium foil dan dilubangi dengan jarum. Penggunaan kamera lubang jarum dilakukan dengan menghadapkan lubang ke arah matahari dan pengamat melihat ke arah proyeksi.

"Fenomena gerhana matahari ini merupakan bagian dari proses pembelajaran terkait dengan kompetensi tata surya. Kami bekerjasama dengan sejumlah komunitas untuk membagi ilmunya, serta untuk mengenalkan alat guna meihat gerhana," ujar Guru Fisika dan Robotik SMP Islam Al Azhar 13 Surabaya Hendro Yulius Suryo Putro. (fat/iwd)
Berita Terkait