Buah Jeruk Diselundupkan untuk Hindari Bea Masuk 20%

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Jumat, 04 Mar 2016 15:28 WIB
Foto: Imam Wahyudiyanta
Surabaya - Upaya menyelundupkan 609 ton jeruk bersama dengan pir dan apel secara ilegal dilakukan importir nakal untuk menghindari bea masuk. Pir dan apel digunakan untuk mengaburkan keberadaan buah jeruk yang mempunyai bea masuk lebih tinggi.

"Sebenarnya semua buah yang dikirim dari Cina mempunyai bea masuk 0% bila dikirim menggunakan form E," ujar Kepala Sub Seksi Penindakan II KPP Bea Cukai Tanjung Perak Lucky Tamo kepada detikcom, Jumat (4/3/2016).

Tetapi karena kuota untuk jeruk saat ini tidak ada, maka bea masuk jeruk menjadi 20 %. Dan yang berhak mengeluarkan kuota adalah Kemendag. Dengan mengirim jeruk yang diaku sebagai pir dan apel, maka importir yang dalam kasus ini adalah PT DPM bisa bebas dari bea masuk untuk jeruk yang diimpor.

"Kalau diberitahukan sebagai pir kan jeruknya bisa bebas bea masuk," tandas Lucky.

Lucky menambahkan bahwa sanksi untuk kasus seperti ini adalah denda 10 kali lipat dari nilai jeruk yang diimpor. Kasus ini sama seperti kasus yang diungkap pada akhir Januari lalu. Saat itu sebanyak 59 ton jeruk asal China digagalkan penyelundupannya. Modus yang digunakan juga sama yakni jeruk dikamuflasekan sebagai buah pir. (iwd/fat)