Jeruk Ilegal yang Diselundupkan Berpotensi Bawa Lalat Buah

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Jumat, 04 Mar 2016 14:56 WIB
Foto: Imam Wahyudiyanta
Surabaya - Sebanyak 34 kontainer 40 feet berisi buah jeruk, pir, dan apel  asal Cina ditahan di Terminal Petikemas Surabaya (TPS) karena pemeriksaan dokumen dan fisik tidak ada kesesuaian. Selain itu, buah tersebut tak sesuai dengan persyaratan karantina.

"Kami kan tidak tahu cemaran pestisidanya. Selain itu buah ini, khususnya jeruk, berpotensi membawa lalat buah," ujar Kepala Bidang Karantina Tumbuhan Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya Imam Djajadi kepada wartawan, Jumat (4/3/2016).

Imam mengatakan, lalat buah sangat menyukai jeruk sebagai medianya. Berdasakan Permentan no 42 tahun 2012, spesies lalat buah yang berasal dari Cina adalah bactrocera tsuneonis/japananes orange/cytrus fruit fly, yang merupakan organisme pengganggu tumbuhan yang belum terdapat di Indonesia.

Diperlukan kewaspadaan yang tinggi agar spesies lalat buah itu tak masuk ke Indonesia. Kewaspadaan itu berkaca pada pengalaman di Jepang yang pernah terkena wabah penyakit lalat jenis ini yang menyebabkan gagal panen hingga 50 %.

"Di Indonesia ada lalat buah, tetapi yang berjenis asal Cina itu belum ada. Makanya kami mewaspadai," tandas Imam.

"Kami kan tidak tahu cemaran pestisidanya. Selain itu buah ini, khususnya jeruk, berpotensi membawa lalat buah," ujar Kepala Bidang Karantina Tumbuhan Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya Imam Djajadi kepada wartawan, Jumat (4/3/2016).

Imam mengatakan, lalat buah sangat menyukai jeruk sebagai medianya. Berdasakan Permentan no 42 tahun 2012, spesies lalat buah yang berasal dari Cina adalah bactrocera tsuneonis/japananes orange/cytrus fruit fly, yang merupakan organisme pengganggu tumbuhan yang belum terdapat di Indonesia.

Diperlukan kewaspadaan yang tinggi agar spesies lalat buah itu tak masuk ke Indonesia. Kewaspadaan itu berkaca pada pengalaman di Jepang yang pernah terkena wabah penyakit lalat jenis ini yang menyebabkan gagal panen hingga 50 %.

"Di Indonesia ada lalat buah, tetapi yang berjenis asal Cina itu belum ada. Makanya kami mewaspadai," tandas Imam. (iwd/fat)