Acara yang digelar di Gedung Mahameru kompleks Mapolda Jatim, Jalan A Yani, Surabaya, Rabu (2/3/2016), juga dihadiri para kapolres, dandim, bupati/walikota, serta suporter sepakbola dari berbagai daerah di Jawa Timur.
"Kita menggelar acara silaturrahmi untuk orang-orang yang cinta sepakbola. Bukan kita mau mendamaikan suporter, tidak. Itu intinya di situ," kata Irjen Pol Anton Setiadji.
Anton mengharapkan agar persepakbolaan mulai meningkat dan diharapkan dimulai dari Jawa Timur. "Maka harapan saya dengan pak gubernur, pangdam, terutama kita bertiga ini mengharapkan sepakbola di Jawa timur meningkat," ujarnya.
"Makanya kita mengumpulkan para pecinta sepabola bukan masalah suporter. tadi kan banyak masalah suporter yang muncul, bukan itu yang kita harapkan," terangnya.
Ia menambahkan, dalam bulan Maret sampai April ini akan digelar Bhayangkara Cup yang diikuti sekitar 10 tim. Untuk Jawa Timur diwakili dari tim Persema Malang.
Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Sumardi mengatakan, acara silaturrahmi ini akan diagendakan rutin setiap 6 bulan sekali. "Enam bulan lagi akan kita laksanakan di kodam. Nanti setiap 6 bulan sekali kita sering ketemu, silahturrahmi," kata Sumardi.
Ia menambahkan, momen PON juga bisa untuk merekatkan suporter dan pecinta sepakbola di Jawa Timur. Bahkan, pangdam berjanji akan ikut bersama-sama suporter menonton pertandingan tim sepakbola Jawa Timur saat di final nanti.
"Ndak tahu musuhnya dari mana di final nanti. Saya akan bersama rombongan suporter ikut menonton. Saya harapakn suporter bisa tertib," jelasnya.
Sedangkan, Soekarwo berjanji akan menyampaikan hasil pertemuan pecinta sepakbola di Jawa Timur, termasuk tentang kegelisahan pecinta sepakbola dari Jatim kepada Presiden Joko Widodo dan Menteri Pemuda Olahraga Imam Nharawi.
"Saya akan lapor ke pak Presiden dan akan kami kirimkan surat tembusan ke Menpora tentang pemvakuman PSSI yang belum dicabut," kata Soekarwo.
Gubernur yang biasa disapa Pakde Karwo juga menambahkan, agar ke depan ada kelembagaan yang membawahi silahturrahmi pecinta sepakbola di tingkat kabupaten dan kota.
"Sekretariatnya ada di Dispora Jawa Timur. Sekretariat ini yang kita gerakkan, kemudian bisa langsung didirektori ke kapolres, dandim agar membawa bupati dan walikota dalam proses sosialisasi di tingkat grassroot," tandasnya. (roi/ugik)











































