Ahli forensik Polda Jatim Kompol dr Bambang Widiatmoko mengaku mayat dipastikan pria. Tinggi badan sekitar 165 cm dan memiliki ciri khusus, bekas patah pada tulang lengan bawah kiri.
Mayat tanpa identitas ini juga diduga kuat sebagai korban pembunuhan. Sebab terdapat bekas kekerasan senjata tajam di bagian leher korban.
"Jadi bukan karena dimangsa hewan buas. Tubuh korban rusak karena faktor pembusukan. Korban diperkirakan sudah meninggal sekitar satu mingguan," kata Kompol Bambang Widiatmoko, saat di RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo, Rabu (2/3/2016).
Menurut dr Bambang, pihaknya masih mendalami beberapa hal, dengan membawanya ke laboratorium. Termasuk untuk menentukan usia korban.
"Karena bagian kepala korban sudah tidak ada, maka tidak bisa langsung diketahui berapa usianya. Makanya ada beberapa hal yang perlu diteliti di laboratorium untuk mengetahui usia," papar Kompol dr Bambang.
Pengamatan detikcom, pelaksanaan otopsi mayat tanpa kepala melibatkan tim Disaster Victim Identification (DVI) dari Biddokkes Polda Jatim.
"Untuk mengungkap kasus ini, kami akan mencari identitas korban lebih dulu. Karena itu, mungkin ada masyarakat yang kehilangan sanak saudaranya, bisa segera melapor ke polisi," timpal Kasatreskrim Polres Situbondo, AKP Riyanto.
Penemuan mayat tanpa kepala menghebohkan warga Desa Plalangan Kecamatan Sumbermalang. Mayat tanpa busana itu ditemukan warga tersangkut di bebatuan di tepi Sungai Cemara Dusun Jambaran Desa setempat. Saat ditemukan, kondisi korban cukup mengenaskan. Selain tanpa kepala dan kedua tangan, sebagian tubuh korban juga sudah rusak. (fat/fat)











































