Sumur Berasap dan Bau Belerang, Warga Dilarang Mendekat Radius 50 Meter

Sumur Berasap dan Bau Belerang, Warga Dilarang Mendekat Radius 50 Meter

Erliana Riady - detikNews
Selasa, 01 Mar 2016 19:48 WIB
Sumur Berasap dan Bau Belerang, Warga Dilarang Mendekat Radius 50 Meter
Foto: Erliana Riady
Blitar - Sumur milik Jumini (56) di Dusun Demangan Rt 3 Rw 2 Desa Dermojayan Kecamatan Srengat Kab Blitar, sejak sepekan tiba-tiba mengeluarkan asap dan berbau belerang.

Pada awalnya pemilik sumur tidak menghiraukan fenomena alam yang tidak biasa terjadi dari dalam sumurnya. Setiap hari air sumur itu tetap dipakai memenuhi kebutuhan rumah tangganya.

Namun setelah merasakan gatal-gatal di sekujur tubuhnya, Jumini baru menceritakan ke tetangganya yang kemudian dilaporkan ke perangkat desa.

Warga yang penasaran mendatangi rumah Jumini untuk melihat sumur yang mengeluarkan air panas, berasap dan beraroma belerang. Bahkan tanah di sekitar sumur, juga terasa panas. Saat tanah dikeruk warga, tanah yang dikeluarkan juga mengeluarkan gumpalan asap dan terasa panas.

"Awalnya penasaran, terus setelah melihat sendiri, saya baru percaya ternyata sumur milik jumini mengeluarkan bau kayak belerang. Bahkan saat saya menimba dari sumur dan menyentuh, airnya sangat panas," ujar Sugeng, warga yang penasaran, Selasa (1/3/2016).

Sementara Pemkab Blitar mengirimkan petugas dari BPBD Kab Blitar dan TNI Polri untuk meninjau kondisi sumur sekaligus mengamankannya.

"Sejak tadi pagi kami sudah pasang police line radius 50 meter dari sumur sambil menunggu hasil pemeriksaan pihak-pihak terkait," jelas Kapolres Blitar, AKBP Yossy Runtukahu saat dikonfirmasi detikcom.

Informasi yang diperoleh dari Kasi Kedaruratan BPBD Kab Blitar, Ganef Rachmawan, dugaan sementara fenomena di sumur itu karena terkontaminasi arus listrik di sekitar sumur.

"Staf kami sudah koordinasi dengan PLN karena ada kabel listrik kapasitas besar yang putus menempel pada tiang listrik dan mengakibatkan aliran listrik. Kemungkinan ini berdampak pada sumur yang mengakibatkan air sumur panas dan menguap," kata Ganef.

Senin (29/2) malam sekitar 24.00 wib kabel yang putus sudah disterilkan pihak PLN Blitar. Namun kondisi sumur Jumini tetap berasap dan berbau belerang.

Sementara Dinas Pertambangan dan Energi Kab Blitar belum bisa dikonfirmasi. Untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan akibat asap dan belerang dari sumur Jumini, polisi melarang warga sekitar mendekati lokasi sampai proses pemeriksaan kelar dilakukan.

(fat/fat)
Berita Terkait