Informasi yang dihimpun menyebutkan, banjir ini merendam sejumlah desa di 2 kecamatan, yakni Kecamatan Turi dan Kecamatan Kalitengah. Di Kecamatan Kalitengah, desa-desa yang terendam banjir adalah Desa Tiwet, Desa Bojoasri, Desa Pucangro dan Desa Jelakcatur. Sementara, untuk wilayah Kecamatan Turi, desa yang terendam Desa Pomahanjanggan dan Desa Kemlagi Gede.
Data BPBD Lamongan menyebutkan, dari 2 kecamatan yang terendam banjir tersebut setidaknya ratusan rumah ikut terendam. Selain itu, banjir juga menenggelamkan ruas jalan antar desa di 2 kecamatant. Ketinggian air yang merendam 2 kecamatan ini bervariasi antara 10 hingga 20 cm. Selain itu sejumlah fasilitas umum, sekolah dan areal tambak warga juga terendam banjir.
Seperti yang terjadi di Desa Jelakcatur, Kecamatan Kalitengah. Di desa ini, air mulai merendam sebagian besar pemukiman warga. Seperti di Dusun Jelak, Desa Jelakcatur. Akibatnya, 174 unit rumah, 3 masjid, 3 sekolah terendam air di Desa Jelakcatur Kecamatan Kalitengah, terendam air dengan ketinggian air 15-40 cm.
Salah seorang warga Desa Jelakcatur, Sulaiman mengatakan, banjir yang melanda desanya sudah berlangsung lama dan saat ini ketinggian air sudah mencapai 40 cm lebih. Tak hanya itu, jalan penghubung antara desa pun terputus.
"Jalan penghubung antara Desa Tiwet ke Jelakcatur sudah terendam air setinggi lebih dari 50 cm dan sering membuat mogok kendaraan," tuturnya.
Menurutnya, banjir disebabkan tingginya debit air dan meluapnya sejumlah sungai yang tak lagi mampu menampung air karena tingginya intensitas hujan yang mengguyur Lamongan sejak beberapa hari terakhir. Banyaknya rumah yang terendam air, warga pun berusaha menyelamatkan barang mereka ke tempat yang lebih tinggi.
"Aktivitas bekerja, anak-anak sekolah juga, semuanya terganggu. Kami tidak bisa melakukan aktivitas normal," kata dia.
Meskipun di kepung air, warga Desa Jelakcatur, tetap tidak mau meninggalkan rumahnya karena khawatir akan keamanan harta bendanya. Dia mengatakan lebih tenang di rumah bersama keluarga, meski seluruh bagian rumah telah dipenuhi air. "Setiap tahun masak seperti ini. Tolong untuk dibenahi, kasihan kami masyarakat setiap tahun selalu menderita," keluh Sulaiman. (fat/fat)











































