"Kami memberikan parkir berhadiah langsung agar orang semakin peka untuk meminta karcis kepada petugas parkir," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya Irvan saat jumpa pers di kantor UPTD Terminal Joyoboyo, Senin (29/2/2016).
Tahun lalu Dishub Kota Surabaya memberikan hadiah bagi masyarakat pengguna parkir. Sayangnya, program pemberian hadiah yang diundi setiap tahunan itu dinilai kurang menarik minta masyarakat. Alasannya, masyarakat malas mengumpulkan karcis parkirnya.
Di Tahun 2016 ini, Dishub membuat program parkir berhadiah langsung. Ada sekitar 900 hadiah langsung diantaranya kipas angin, helm, magic com dan beragam hadiah lainnya. Caranya, karcis parkir yang untuk masyarakat bisa digosok. Jika tertera mendapatkan hadiah langsung, bisa diambil langsung ke kantor Dishub Kota Surabaya.
"Kita harapkan masyarakat mau meminta karcis. Selain itu, ketika ada masalah hukum terkait parkir tersebut ada buktinya," terangnya.
Dari catatan pendapatan parkir yang diperoleh Dishub Kota Surabaya, pada Tahun 2014 mencapai Rp 12.918.649.000. Sedangkan pendapatan dari parkir pada Tahun 2015 menembus Rp 19.890.972.000.
Meski ada program baru berupa parkir berhadiah langsung, target pendapatan dari parkir hanya Rp 25 milliar. Tidak ada kenaikan signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Irvan beralasan, kenaikan parkir tidak ada korelasinya dengan jumlah kendaraan bermotor yang setiap tahunnya mengalami peningkatan. Yang ada hubungannya dengan peningkatan pendapatan parkir yakni dari panjang jalan.
"Selama tidak ada panjang jalan baru, ya nggak ada yang baru (peningkatan)," terangnya sambil menambahkan, yang menjadi bidikan pendapatan parkir adalah dari sektor tepi jalan umum (TJU).
Ketika ditanya tentang parkir berlangganan untuk meningkatkan pendapatan, kata Irvan, Surabaya tidak menerapkan parkir berlangganan karena dinilai tidak sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku.
"Menurut pendapat pakar hukum, parkir berlangganan tidak sesuai dengan undang-undang. Karena retribusi tidak bisa dibayar duluan sebelum ada pelayanan. itu pendapat pakar hukum," jelasnya.
Ia berharap, dengan kebijakan parkir berhadiah langsung, dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk meminta karcis parkir. "Kami harapkan (karcis berhadiah) sedikit banyak memperbaiki sistem parkir," tandasnya.
(roi/fat)











































