Pantauan di lokasi, kemacetan terjadi dari arah Bojonegoro ke Babat sebelum memasuki Pasar Babat karena ketinggian air di jalan mencapai 30-40 cm dan lubang jalan yang tergenang air. Namun, untuk arah sebaliknya kendaraan masih bisa melaju meskipun merambat.
Salah seorang warga Babat, Mahsun Romadhon mengatakan, meski seperti menjadi agenda tahunan, banjir yang terjadi di Babat kali ini lebih besar jika dibandingkan tahun lalu. Mahsun mengatakan, hingga Senin (29/2/2016) siang belum ada tanda-tanda air akan surut. Sedangkan antrean kendaraan di kemacetan diperkirakan sudah lebih dari 5 Km.
"Sejak banjir menggenang jalan poros, lalu lintas menjadi macet," katanya.
Banjir yang terjadi di Babat tak hanya menggenang di jalan poros nasional saja, sejumlah jalan di wilayah Babat yang merupakan jalan-jalan alternatif juga terendam banjir. Bahkan, karena tingginya air yang menggenangi jalan-jalan ini, sejumlah jalan di wilayah Babat terpaksa ditutup.
"Terpaksa ditutup karena lalu lalang kendaraan membuat air masuk rumah warga," tuturnya.
Penutupan ini menurut Mahsun, sudah berlangsung sejak banjir terjadi, yakni 3 hari ini. Namun, penutupan hanya dilakukan terhadap kendaraan roda 4, karena sepeda motor masih diperkenankan masuk oleh warga.
"Kalau menggunakan sepeda motor masih diperbolehkan, tapi kalau mobil masih tidak boleh karena banjir masih menggenang," pungkasnya. (fat/fat)











































