"Saya sudah menginstruksikan kepada BPBD Kota Malang agar terus tanggap jika ada bencana yang menimpa warga Kota Malang. Selain itu, DPUPPB Kota Malang juga harus sigap untuk segera memperbaiki daerah-daerah yang rusak karena bencana, utamanya fasilitas umum," tegas Wali Kota akrab disapa Abah Anton ini, Senin (29/2/2016).
Abah Anton bertandang ke bantaran sungai di kawasan Gempol Sukun. Anton melihat kondisi plensengan yang rawan tergerus banjir hingga bisa mengancam pemukiman warga berdiri di bantaran sungai.
Kemudian Anton bertolak ke plensengan aliran sungai di kawasan Tebo, Kelurahan Bandulan, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Sasaran selanjutnya di rumah milik Sumiati (65) dan Juma'inah (44), warga Jalan Arif Margono Gang 10 Kelurahan Kasin Kota Malang.
Kedua rumah itu menjadi korban longsor akibat banjir sore kemarin. Kepada kedua penghuni rumah di bantaran sungai tersebut, Anton menjanjikan untuk segera diperbaiki. "Ini cukup membahayakan bila tidak segera diperbaiki," terangnya dihadapan pemilik rumah.
Setelah menyakinkan warga, segera adanya perbaikan. Anton bergerak mendatangi titik rawan bencana lainnya. "Informasinya ini kemarin terkena bencana longsor, kami datang kesini untuk melihat dan segera dapat bisa diperbaiki," ungkapnya kepada detikcom di lokasi.
Anton juga menyampaikan agar masyarakat yang tinggal di daerah aliran sungai untuk selalu waspada mengingat saat ini Kota Malang kerap di guyur hujan setiap harinya.
Sementara bagi Sumiati dan Juma'inah kehadiran Anton sangat mengejutkan dirinya. Wali Kota datang bersama Sekda Cipto Wiyono beserta Kadis DPPUB Jarot Edy Sulistyo serta beberapa jajaran dibawahnya.
"Tadi iya kaget walikota ke sini, alhamdulillah janjo besok mau diperbaiki," ucap Sumiati ditemui detikcom terpisah.
Sumiati mengaku was-was karena bagian belakang rumahnya tergerus air. Paling tidak, perbaikan dari Pemkot Malang akan membuat dirinya nyaman menempati rumah yang sudah ditinggali mulai 1995 itu. "Ya seneng, kalau perbaiki sendiri jelas tidak ada biaya," katanya ditemui di depan rumahnya.
Senada disampaikan Juma'inah rumahnya bersebelahan dengan Sumiati tersebut. Perempuan sehariny berjualan bakso itu mengaku sangay bersyukur. "Bagian belakang, kamar mandi dan ruang dapur ambrol. Kalau perbaiki sendiri mana ada biaya, saya hanya jualan bakso," tegasnya.
Tindakan Wali Kota langsung datang ke rumahnya untuk melihat langsung diacungi jempol. Karena dirinya tidak pernah terpikir Wali Kota hadir dan langsung membantu. "Bagi kami rakyat kecil. Sungguh perhatian sangat berharga," tutupnya. (fat/fat)











































