Banjir Lumpuhkan Beberapa Ruas Jalan Alternatif di Lamongan

Banjir Lumpuhkan Beberapa Ruas Jalan Alternatif di Lamongan

Ejo Sudjarwo - detikNews
Jumat, 26 Feb 2016 17:02 WIB
Banjir Lumpuhkan Beberapa Ruas Jalan Alternatif di Lamongan
Foto: Eko Sujarwo
Lamongan - Curah hujan yang sangat tinggi dalam dua hari terakhir membuat jalur alternatif yang menghubungan Lamongan-Gresik terputus. Ketinggian air di jalur tersebut mencapai 30 centimeter.

Ruas jalan di jalur alternatif terputus tepat berada di Desa Kacangan, Kecamatan Sarirejo. Terputusnya jalur tersebut akibat luapan air dari sejumlah sungai di kawasan tersebut, sejak Jumat (26/2/2016) dini hari. Selain itu, banjir bandang juga menggenangi jalur poros Lamongan-Mojokerto, tepatnya di Desa Jotosanur, Kecamatan Lamongan.

Warga Desa Kacangan, Kecamatan Sarirejo, Prasetyo kepada wartawan mengatakan, air yang menggenangi jalan alternatif Lamongan-Gresik ini terjadi sejak Jumat pagi. Banjir ini, kata Prasetyo, dikarenakan hujan deras sejak Kamis lalu sehingga sungai penuh dan meluap hingga ke jalan.

Pengamatan di lapangan menunjukkan, terputusnya akses alternatif Lamongan-Gresik ini mengakibatkan banyak kendaraan tidak bisa melintas. Mereka tak mau memaksakan kehendak dengan menerobos jalan yang banjir.

Kebanyakan, kata Prasetyo, mereka mencari jalan lain daripada mogok. Meski begitu, beberapa kendaraan roda dua tetap saja ada yang nekat menerobos banjir hingga mesin kendaraannya terendam. Akibatnya, beberapa diantaranya banyak yang mogok di tengah jalan.

"Tadi lihat ada yang menerobos dan gak apa-apa, jadi saya ikut nekat, tapi tahunya di tengah jalan mesin mati kemasukan air," kata Safii pemilik kendaraan roda dua yang mogok.

Selain jalur alternatif di Desa Kacangan, Kecamatan Sarirejo, banjir juga merendam jalan poros Lamongan-Mojokerto banjir. Di jalan ini, air meluap hingga badan jalan.

Banjir akibat luapan sungai juga membuat khawatir para petani. Seperti yang dialami oleh para petani di Desa Bakalanpule, Kecamatan Tikung.

Puluhan hektar tanaman padi rusak akibat diterjang hujan lebat di sertai angin kencang. Banyak, tanaman padi yang sudah mulai berisi dan siap panen rebah atau ambruk, sekaligus terendam air. "Padinya roboh karena hujan sama angin, roboh gak kuat nahan angin," keluh salah seorang petani, Abdul Muis.

Saat ini, para petani berusaha menyelamatkan padi yang sudah roboh tersebut, meski sudah banyak bulir-bulir padi yang berguguran dengan cara diikat biar buahnya tidak kerendam air. (bdh/bdh)
Berita Terkait