Dua Pelajar Terlibat Tawuran Luka Dibawa ke RS

Dua Pelajar Terlibat Tawuran Luka Dibawa ke RS

Ghazali Dasuqi - detikNews
Kamis, 25 Feb 2016 10:16 WIB
Dua Pelajar Terlibat Tawuran Luka Dibawa ke RS
Foto: Ghazali Dasuqi
Situbondo - Dua remaja berstatus pelajar terpaksa dilarikan ke RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo. Imam Ibnul Adiarto Muchtar (15) dan Zainul Hasan (15), mengalami luka bacok, setelah terlibat tawuran dengan kelompok remaja lain, di Alun-Alun Situbondo.

Duel dua kelompok remaja itu pecah, saat mereka sama-sama menonton konser musik dangdut pada pembukaan pameran Produk UMKM dan Potensi Daerah Situbondo 2016, yang dibuka langsung oleh Bupati Situbondo H Dadang Wigiarto. Dibantu polisi, dua ABG asal Desa Peleyan Kecamatan Panarukan itu langsung dibawa ke RSUD Situbondo.

"Dia tadi pergi nonton musik tidak pamit. Saya kaget dikabari tetangga kalau anak saya masuk rumah sakit," kata Husni, ayah Zainul Hasan saat di IGD RSUD Situbondo, Kamis (25/2/2016) dini hari.

Dua remaja yang duduk di bangku SMP dan SMA di Situbondo itu, sama-sama mengalami luka bacok parah di bagian tangan, hingga harus mendapatkan beberapa jahitan. Tak hanya Diar (panggilan Imam Ibnul Adiarto Muchtar) dan Zainul Hasan saja, seorang rekannya, Abdurahman (15), juga terluka di bagian leher akibat hantaman roti kalung. Namun, dia menolak dirawat dokter.

Paling parah, luka yang dialami Imam Ibnul Adiarto Muchtar. Pelajar SMP itu terkena sabetan senjata tajam cukup panjang di bagian tangan kiri. Ibunya, Ifa, terus menangis saat mengetahui anaknya menjadi korban pembacokan.

"Duh, pasti itu sakit. Siapa pelakunya, tolong cepat ditangkap. Anak ini tidak pernah saya pukul, kok malah dibacok," ujar Ifa sambil menangis dan meringis seolah merasakan sakit luka yang dialami buah hatinya.

Keterangan detikcom, para remaja itu terlibat tawuran di acara konser dangdut pembukaan pameran Produk UMKM dan Potensi Daerah Situbondo, Rabu (24/2) malam. Tak hanya nonton, mereka juga ikut berjoget di depan panggung. Saat berjoget itulah, mereka diduga terlibat senggolan hingga berujung tawuran. Meski begitu, konser dangdut yang mendatangkan artis luar kota itu tetap berlangsung hingga selesai.

"Saya tidak kenal dan tidak punya masalah dengan mereka. Gara-garanya ya pas joget itu. Saya lihat ada yang pakai jaket biru, ada yang berjaket putih, dan ada yang berjaket hitam dan helm hitam," tutur Zainul Hasan.

Kasubbag Humas Polres Situbondo, Ipda Nanang Priambodo mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan penganiayaan berat. Kini polisih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelakunya. "Laporannya sudah kami terima dan sekarang masih dalam penyelidikan," tandas Ipda Nanang Priambodo.

(fat/fat)
Berita Terkait