Ini Tiga Jurus Ampuh Anas Hadapi Tantangan di Tahun 2016

Ini Tiga Jurus Ampuh Anas Hadapi Tantangan di Tahun 2016

Putri Akmal - detikNews
Rabu, 24 Feb 2016 17:34 WIB
Ini Tiga Jurus Ampuh Anas Hadapi Tantangan di Tahun 2016
Foto: Putri Akmal
Banyuwangi - Untuk pertama kalinya semenjak dilantik 17 Februari lalu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyampaikan pidato resmi pertamanya di hadapan ribuan warga. Anas-Yusuf menguraikan tentang langkah-langkah makro yang akan dilakukan oleh Pemkab Banyuwangi.

Diantaranya yang menjadi fokus pembahasan Anas dalam pidatonya, adalah solusi untuk menghadapi beragam tantangan yang akan Banyuwangi hadapi. Anas menengarai tantangan Banyuwangi meliputi beragam sektor.

Mulai dari disparitas (kesenjangan) antara penduduk kaya dan miskin, infrastruktur, pengembangan SDM, narkoba, hingga masalah kebudayaan. Suami Ipuk Festiandani itu juga mengingatkan akan kerasnya persaingan global lantaran saat ini Banyuwangi tidak hanya akan bersaing secara regional antar kabupaten ataupun secara nasional.

"Penghargaan UNWTO beberapa waktu lalu yang diterima Banyuwangi adalah salah satu bukti bahwa Banyuwangi telah masuk dalam persaingan global," ujarnya.

Menghadapi tantangan dan persaingan tersebut, masyarakat Banyuwangi harus menyiapkan beragam jurus. Ada tiga jurus yang Anas urai dihadapan Forpimda, SKPD, Camat, Kepala Desa, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Ormas, Aktivis dan beragam lainnya.

Jurus pertama yang harus Pemda Banyuwangi siapkan adalah inovasi. Kebiasaan birokrasi yang stagnan dan tidak suka dengan inovasi dan improvisasi, menurut Anas, harus segera dihilangkan dan birokrasi tidak boleh lagi stagnan.

"Program tahun kemarin, kembali dilakukan di tahun berikutnya, tanpa adanya inovasi, itu harus dihapuskan,"paparnya.

Kedua, jurus yang harus dilakukan oleh Pemda Banyuwangi dalam menghadapi tantangan dan memenangkan persaingan adalah dengan melakukan beragam terobosan yang tidak monoton. Seperti saat Pemkab berhasil melakukan renegoisasi dengan investor tambang Tumpang Pitu. Dalam renegoisasi tersebut, Banyuwangi berhasil mendapatkan golden share berupa saham 10 persen tanpa delusi.

"Kami berhasil mendapatkan golden share dari tambang Tumpang Pitu berupa saham 10 persen tanpa delusi. Ini merupakan satu terobosan dan merupakan yang pertama di Indonesia," jelasnya.

Bagian penting lainnya yang menjadi jurus Banyuwangi adalah networking (jaringan). Anas menguraikan betapa pentingnya jaringan dengan beragam elemen untuk kemajuan suatu daerah. Prestasi yang dihasilkan Banyuwangi dengan segala capaiannya merupakan salah satu wujud dari manfaat networking tersebut. (fat/fat)
Berita Terkait