"Intinya kami menolak semua rencana itu. Apalagi sudah dimasukkan rencana perda di dewan. Kita semua tolak," kata koordinator aksi Saib kepada detikcom di sela-sela aksi di depan DPRD Kota Surabaya, Rabu (24/2/2016).
Saib menyanyangkan sikap Dishub Surabaya yang tidak pernah mengajak rembug para juru parkir sebelum membuat raperda e-parking yang saat ini mulai digodog DPRD Surabaya.
"Jumlah kami di Paguyuban Juru Parkir Surabaya (PJS) ada 7 ribu tapi tidak ada musyawarah atau omongan sama sekali terkait rencana dishub. Kita ini manusia juga butuh makan," tegasnya.
Selain melakukan orasi, ratusan juru parkir ini juga membawa berbagai poster berisi tuntutan. Diantaranya, 'Jukir Menolak Setor Restribusi Tanpa Tanda Terima', 'dan Jukir, Pahlawan PAD Tanpa Tanda Jasa'.
Aksi demo ratusan jukir memakan dua lajur di Jalan Yos Sudarso membuat polisi melakukan penutupan ruas Yos Sudarso, dari arah Gubernur Suryo untuk mengurangi kepadatan.
Sedangkan pengguna jalan harus rela bergantian karena jalur Yos Sudarso menyempit karena digunakan demo ratusan juru parkir. (ze/fat)











































