Banjir serentak ini terjadi Sejak Minggu (21/2) malam dan air terus meninggi hingga Senin dini hari.
Tiga sungai yang meluap yakni Welang yang berada di barat kota merendam Kelurahan Krapyak, Karangketug, Kradenan dan Randusari. Sementara luapan Sungai Petung di sisi timur kota merendam rumah-rumah di Kelurahan Blandongan dan Kelurahan Bakalan.
Sungai Gembong yang melintasi tengah kota juga meluap dan merendam sejumlah rumah Kelurahan Kebonagung, Purworejo dan Kelurahan Tamanan.
"Belum ada angka pasti berapa ribu rumah yang terendam. Yang terparah yang berada di Sungai Welang dimana ada tiga dusun 900 kepala keluarga," kata Sekretaris BPBD Kota Pasuruan, Gangsar Sulistiyo, Senin (22/2/2016).
Sejumlah warga di pemukimannya terendam luapan Sungai Welang mengungsi di tempat yang lebih aman. Sementara warga di lokasi lain yang jadi korban luapan Sungai Petung dan Gembong tampak sibuk menyelamatkan barang berharga meski tidak mengungsi.
"Ini yang terparah sejak sejak musim hujan tahun ini. Bahkan sejak beberapa tahun terakhir," kata Hilmi Husen, salah satu korban banjir Purworejo.
(fat/fat)











































