Pantauan di lokasi, Senin (22/2/2016), banjir setinggi 20-25 cm masih merendam jalan raya. Kendaraan dari kedua arah dipaksa berjalan sangat lambat. Tak pelak antrean panjang pun terjadi.
"Tadi malam airnya sangat dalam jadi satu lajur ditutup. Hanya menggunakan lajur utara (arah Surabaya-Probolinggo)," kata Ishari, salah seorang petugas polisi Polsek Gadingrejo.
Banjir yang merendam jalan terjadi sejak Minggu (21/2) malam sekitar pukul 21.56 Wib, jalan raya sudah tergenang sedalam 10-20 cm. Polisi terpaksa menutup lajur Probolinggo-Surabaya dan membuka lajur sebaliknya.
Antrean kendaraan pun tidak terelakkan. Sebab meluapnya sungai akibat hujan lebat di hulu. Luapan Sungai Welang juga merendam ribuan rumah di kedua sisi sungai.
Lebih dari 900 rumah di Kelurahan Karangketug, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan sudah terendam. Sementara ratusan rumah di Desa Tambakrejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan juga mengalami nasib serup.
Sabtu (20/2) pada jam yang sama, kejadian serupa juga terjadi. Kendaraan dari Surabaya ke Probolinggo dan sebaliknya diarahkan ke jalur Surabaya-Malang, baik dari Pandaan maupun Purwosari. (fat/fat)











































