"Tiketnya kemana? Ini khusus yang ke Surabaya. Yang tujuan Bangil tudak disediakan," jelas salah satu petugas PT KAI sambil memeriksa tiket para penumpang di Stasiun Bangil, Selasa (16/2/2016).
Pantauan detikcom di lokasi, sebagian penumpang yang telah memiliki tiket tujuan Surabaya tidak semuanya diberi fasilitas bus yang disediakan. Akibatnya sebagian penumpang kecewa lantaran tak pernah diberi penjelasan tentang fasilitas kendaraan penghubung tersebut.
"Ya tidak adil ini (PT KAI). Bayarnya sama, tujuannya sama, fasilitasnya kok beda," jelas Yetti penumpang asal Banyuwangi ketika ditemui detikcom di Stasiun Bangil, Pasuruan.
Protes lainnya juga dilontarkan penumpang lainnya, Ratna, penumpang asal Singojuruh. Wanita yang akan bepergian ke Surabaya tersebut menjelaskan, saat membeli tiket di loket kota asalnya ia malah diberi tiket tujuan Stasiun Bangil dengan alasan luapan banjir merendam sebagian rel di kawasan arteri porong.
Harga tiketpun sama halnya dengan tujuan Surabaya, yakni Rp 200 ribu. Namun ia tidak diberi penjelasan oleh PT KAI, jika seluruh penumpang yang memiliki tiket Stasiun Bangil tidak di fasilitasi kendaraan pengganti hingga ke tujuan akhir.
"Kita tadi mau beli tiket ke Gubeng tapi katanya petugas ga bisa karena banjir. Tapi gak dijelasin kalau begini akhirnya. Tiket Bangil dan Surabaya ini bayarnya sama loh dua ratus ribu tapi kenapa fasilitasnya beda. Kita nambah bayar tidak apa-apa kok pokoknya diantar sampai Surabaya," gerutu Ratna. (fat/fat)










































