Gejala keracunan tersebut dirasakan korban, setelah memakan makanan ringan berbahan cokelat yang dibelikan ibunya di Kecamatan Asembagus.
"Begitu ada informasi ada korban keracunan, kami segera turun tangan. Sementara ini masih dalam penyelidikan. Kami sudah mengamankan sampel camilan yang belum dimakan," kata Kapolsek Banyuputih AKP Aryo Pandanaran, Selasa (16/2/2016).
Keterangan yang diperoleh detikcom, dugaan keracunan yang menimpa Abel Tri Astutik terjadi sejak Senin (15/2) malam. Saat itu, si bocah mengalami pusing dan mual, setelah makan camilan cokelat yang dibelikan ibunya.
Namun, saat itu orang tuanya, yakni pasangan Buroto - Misnati, mengira jika anaknya hanya demam biasa. Sehingga hanya dilakukan pengobatan biasa. Baru tadi pagi, pasutri itu terperangah setelah melihat kondisi putrinya yang semakin parah dan kritis.
Korban langsung dilarikan ke RSU Asembagus, namun nyawanya tetap tidak bisa diselamatkan. Praktis, meninggalnya bocah Abel membuat kedua orang tuanya langsung histeris dan shock. Sebab, sehari sebelumnya korban masih sehat dan bersekolah.
Sepulang sekolah, bocah Abel bahkan sempat bercanda sambil meminta dipijat-pijat oleh ibunya, sebelum sang ibu berangkat belanja ke Kecamatan Asembagus. Sepulang dari belanja itulah, sang ibu membawakan makanan ringan untuk buah hatinya, yang ternyata diduga menjadi penyebab kematian si bocah.
"Sejauh ini belum ada laporan. Jadi kami turun melakukan penyelidikan berdasarkan informasi. Untuk kepastiannya apakah korban meninggal karena keracunan atau bukan, itu harus diuji melalui laboratorium. Karenanya, kami masih menunggu laporan," pungkas mantan KBO Reskrim Polres Situbondo itu. (fat/fat)











































