Dari 19 Penjabat Kepala Daerah di Jatim, 5 Diantaranya Tolak Terima Gaji

Dari 19 Penjabat Kepala Daerah di Jatim, 5 Diantaranya Tolak Terima Gaji

Budi Sugiharto - detikNews
Sabtu, 13 Feb 2016 10:29 WIB
Dari 19 Penjabat Kepala Daerah di Jatim, 5 Diantaranya Tolak Terima Gaji
Foto: Budi Sugiharto
Surabaya - Selama 140 Hari menjadi Penjabat (Pj) Wali Kota Surabaya, Nurwiyatno tidak menerima gaji yang seharusnya menjadi haknya.

"Saya tidak ambil gaji saya," kata Nurwiyatno di sela-sela pamitan kepada wartawan dan komunitas di Rumah Dinas Wali Kota Surabaya, Jl Sedap Malem, Sabtu (13/2/2016).

Menurut pria yang juga menjabat sebagai Kepala Inspektorat Pemprov Jatim ini dilakukan karena dengan pertimbangan tertentu, salah satunya sisi kepastian hukum.

"Saya kan juga inspektorat di Pemprov Jatim, dari kajian di tempat saya menilai jabatan Pj masih di ranah abu-abu," katanya.

Gaji pokok yang seharusnya diterima setiap bulannya Rp 6,5 Juta karena tidak pernah diambilnya, kata dia, maka otomatis akan kembali ke kas daerah.

"Ya gaji yang tidak saya ambil tetap di kas daerah," katanya.

Menurut Nurwiyatno, selain dirinya ada lima penjabat kepala daerah yang juga tidak mau menerima gaji. Mereka adalah, Pj Jember, Pj Mojokerto, Pj Lamongan dan Pj Gresik.

"Dari 19 Pj di Jawa Timur, ada lima yang tidak mau menerima gaji dengan alasan atau pertimbangan tertentu," katanya.

Bagi Nurwiyatno, posisi Pj ini merupakan yang pertama kali di Kota Surabaya setelah wali kota sebelumnya purna tugas. "Surabaya kan dulu Plt (Pelaksana tugas), Pj baru kali ini," tambahnya.

Nurwiyatno yang ditunjuk Gubernur Jatim Soekarwo ini akan mengakhiri tanggungjawabnya sebagai Pj Wali Kota Surabaya pada 17 Februari 2016.

"Bu Risma kan dilantik di Grahadi tanggal 17 Februari, saya juga kembali ke tugas utama di Pemprov Jatim," kata birokrat yang alergi difoto ini.

Yang pasti selama 140 Hari menjalankan roda pemerintahan Surabaya, pria yang hobbi menyanyi ini cukup senang bisa bekerjasama dengan SKPD hingga DPRD Surabaya.

"Saya ini kemarin-kemarin banyak menerima penghargaan untuk Pemkot Surabaya karena dari hasil kerja Bu Risma sebelumnya, saya hanya mewakili saja," kata Nurwiyatno yang dikenal sebagai kolektor batu akik ini. (gik/bdh)
Berita Terkait