Ketua Karang Taruna Desa Jombok yang juga warga Dusun Beluk, Edi Setiawan (45) mengatakan, banjir yang merendam kampung halamannya terjadi sejak Sabtu (6/2). Selama 6 hari ini, banjir luapan Sungai Gunting itu tak kunjung surut. Bahkan, pagi ini ketinggian air mencapai 1 meter.
"Yang terendam 250 rumah. Ketinggian air rata-rata 1 meter, bahkan ada yang lebih dalam lagi," kata Edi kepada wartawan.
Kendati demikian, lanjut Edi, ratusan warga Dusun Beluk enggan mengungsi. Mereka memilih bertahan di rumah masing-masing meski dikepung banjir. "Warga kalau malam tidur di atas meja," ujarnya.
Tak hanya merendam ratusan rumah warga, banjir kali ini juga memutus jalur Jombang-Mojokerto. Warga lainnya, Usman mengatakan, untuk menuju Mojokerto, warga Sumobito, Kesamben, dan sekitarnya harus memutar melalui Curahmalang.
"Kalau melalui Curahmalang-Sooko, kami harus memutar sekitar 15 kilometer," ungkapnya.
Banjir di kampung halamannya ini, menurut Usman, terjadi setiap tahun. Dia berharap pemerintah segera melakukan normalisasi sungai yang sudah mengalami pendangkalan.
"Harapan kami sungainya segera dinormalisasi. Banjir setiap tahun semakin parah," pungkasnya. (fat/fat)











































