"Gerakan ini hanya ingin mengembalikan pertetanggaan ke posisi semestinya. Tidak ada yang bisa menjadi warga negara yang baik dan sukses, jika tidak baik dengan tetangga," kata Saifullah Yusuf kepada wartawan di saat ngopi bareng dan jumpa pers di Food Court Jalan Urip Sumoharjo Surabaya, Kamis (11/2/2016).
Wakil Gubernur Jawa Timur yang biasa disapa Gus Ipul menerangkan, dirinya bersama Eeb Saefullah Fatah, melihat keprihatinan kondisi nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang semakin terkikis.
Katanya, hidup bertetangga tidak seakrab dulu, dan makin banyak orang yang hanya peduli pada dirinya sendiri, dan tidak peduli pada lingkungan sekitarnya.
"Menjadi warga negara yang baik dimulai dengan menjadi tetangga yang baik. Bertetangga bisa menyelesaikan banyak masalah bersama. Para tetangga seharusnya saling mengenal, saling mengunjungi dan aktif berkomunikasi," tuturnya.
Mantan Menteri PDT ini berharap, Gerakan Peduli Tetangga ini dapat membangun kembali kesadaran bahwa bertetangga bukanlah soal kedekatan tempat tinggal. Gerakan ini katanya, ingin mengembalikan pertetanggaan ke posisi semestinya. Bukan tempat berkembang biaknya persoalan, tetapi sebagai tempat menemukan jalan keluar.
Konsep Gerakan peduli Tetangga dengan basis membangun Indonesia berbasis rukun tetangga akan mulai diwujudkan. Indonesia maju jika warga negaranya saling bergandengan tanga dan menjaga lingkungan mulai dari yang terkecil.
"Gerakan Peduli Tetangga dimulai di Jawa Timur, dan diharapkan bisa meluas ke berbagai wilayah lain di Indonesia," tandasnya sambil menambahkan, launching Gerakan Peduli Tetangga akan digelar di Sun City Hotel di Sidoarjo dengan mengundang Ketua RT se Kecamatan di Kabupaten Sidoarjo paa Sabtu (13/2/2016) malam. (roi/fat)











































