Titik tersebut tepatnya ada di sepanjang Jalan Kalianak mulai nomor 51-55. Karena buruknya sistem drainase dan saluran air yang tak bisa mengalir, air hujan terus berkumpul di bagian jalan yang lebih rendah hingga menjadi genangan.
Dari pengamatan detikcom, Kamis (11/2/2016), genangan tersebut terjadi di sisi jalan yang dekat dengan gudang nomor 51-55. Genangan hampir memenuhi separuh jalan dengan ketinggian 10-30 cm. Genangan itu tentu saja menyulitkan pengguna jalan.
Baik roda dua dan kendaraan pribadi roda empat enggan menerjang genangan. Hanya truk saja yang berani menerjang karena bodinya yang besar. Kendaraan kecil dan roda dua akhirnya melintas menggunakan sisi jalan yang agak ke tengah.
Akibatnya ruas jalan menjadi sempit karena bersinggungan dengan arus dari arah sebaliknya. Yang terjadi kemudian adalah kemacetan. Gara-gara genangan itu, kemacetan pun bisa mengular setidaknya hingga 1-2 km.
"Genangan itu tak akan kering jika hujan terus turun," ujar Ali, salah satu pengguna jalan yang setiap hari melewati jalan itu.
Ali mengatakan, untuk kembali ke kondisi kering, ruas jalan itu membutuhkan waktu sedikitnya seminggu. Namun itu agak mustahil terjadi karena saat ini hampir tiap hari turun hujan.
"Gerimis saja bisa membuat genangan itu awet," lanjut Ali.
Dari pengamatannya, Ali melihat jika air di kawasan yang tergenang itu tidak bisa membebaskan diri. Saluran air alias got yang ada di pinggir jalan sudah tak berfungsi lagi. Saluran air yang ada seakan hanya menjadi penghias saja tanpa bisa difungsikan. Air yang menggenang juga tak bisa masuk ke tanah.
"Ini terjadi setiap tahun, dan adanya seperti ini. Pihak terkait juga tak ada tindakan sama sekali," keluh Ali. (iwd/fat)










































