Lamborghini Wiyang Pernah Dibuat Balapan di Sentul

Lamborghini Wiyang Pernah Dibuat Balapan di Sentul

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Rabu, 10 Feb 2016 20:53 WIB
Lamborghini Wiyang Pernah Dibuat Balapan di Sentul
Foto: Imam Wahyudiyanta
Surabaya - Lamborghini Gallardo yang dikendarai Wiyang Lautner ternyata pernah digunakan balapan di Sirkuit Sentul. Hal itu dikatakan Bambang Harijanto Hadisujono dalam persidangan dengan terdakwa Wiyang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Bambang adalah pengemudi Ferrari yang mobilnya dikatakan bersebelahan dengan Lamborghini nya Wiyang saat kecelakaan itu terjadi. Bambang dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan.

"Mobil itu pernah digunakan Wiyang sekali di (Sirkuit) Sentul," ujar Bambang dalam kesaksiannya, Rabu (10/2/2016).

Bambang mengatakan bahwa Wiyang memang masuk dalam komunitas mobil sport di Surabaya. Komunitas ini tidak pernah balapan liar di jalan raya. "Kalau ingin mencoba mobil, dibawa ke Sentul. Kalau di jalan umum tidak pernah," aku Bambang.

Bambang menceritakan, di hari terjadinya kecelakaan tersebut, dia melihat mobil Wiyang di depan Restoran Layar. Bambang pun mengklakson untuk menyapa. Kedua mobil itu kemudian berjalan hendak menuju ke kawasan Surabaya barat. Terjadilah kecelakaan itu.

Bambang belum sadar jika Wiyang mengalami kecelakaan hingga dia menelepon Wiyang saat posisinya berada di Jalan dr Soetomo atau depan SMA St Louis. Bambang kemudian berganti mobil dan menuju ke lokasi kecelakaan.

Bambang sendiri membantah jika Ferrarinya balapan dengan Lamoborghini. Bambang mengaku Ferrarinya hanya berjalan sekitar 40 km per jam karena kondisi jalan yang habis hujan dan jalan yang tak rata.

Keterangan Bambang direpon Jaksa Penuntut Umum (JPU) Feri E Rahman dengan menunjukkan rekaman cctv dari Hotel Everbright di Jalan Manyar Kertoarjo. Dalam rekaman itu terlihat mobil berwarna merah itu berjalan lebih cepat dari motor bebek dan sebuah taksi.

Saksi lain yang dihadirkan adalah Kurniawan, anak dari korban meninggal Kuswarijo. Kurniawan mengaku jika biaya sekolahnya dan empat adiknya dijanjikan ditanggung oleh keluarga Wiyang.

"Adik-adik saya akan disekolahkan sampai lulus SMA," ujar Kurniawan.

Siswa kelas III SMA itu menambahkan, setelah lulus nanti dirinya dijanjikan akan diberi pekerjaan, begitu pula dengan adik-adiknya nanti. Keluarga Wiyang juga telah memberi uang Rp 10 juta untuk biaya pemakaman, Rp 125 juta untuk santunan, dan sebuah motor baru pengganti motor yang rusak tertabrak Lamborghini.

Kecelakaan maut itu sendiri terjadi pada Minggu (29/12/2015) pagi di Jalan Manyar Kertoarjo. Lamborghini Gallardo milik Wiyang menyeruduk warung STMJ di sisi kiri jalan. Tiga orang menjadi korban. Satu orang tewas dan dua oang lainnya luka berat. (fat/iwd)
Berita Terkait