"Kondisi sungai Bengawan Solo saat ini di level II. Kurang satu level lagi, maka semuanya sudah harus siap-siap. Selter disiapkan, kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak juga harus disiapkan," kata Ahmad Robiul Fuad, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur, Selasa (9/2/2016).
Kelima daerah yang perlu diwaspadai luapan sungai Bengawan Solo yakni, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Tuban, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Gresik dan Kota Surabaya.
Kata Fuad, banjir di daerah tersebut tidak harus disebabkan turun hujan di wilayah tersebut. Tapi juga dampak dari curah hujan di Jawa Tengah dan Bengawan Solo.
"Banyak faktor terjadinya banjir. Kalau di Jawa Tengah curah hujannya tinggi, kemudian level permukaan sungai Bengawan Solo naik, maka level di daerah bawah juga ikut naik," tuturnya.
Terkait banjir yang terjadi di wilayah Gresik dan Lamongan beberapa waktu lalu, katanya bukan disebabkan meluapnya Bengawan Solo. Tapi disebabkan dari meluapnya Sungai Kali Lamong.
Sedangkan banjir di Kabupaten Sidoarjo, disebabkan rob (naiknya permukaan air laut) serta curah hujan yang mengguyur kota udang selama tiga hari berturut-turut.
"Kalau banjir di Sidoarjo disebabkan rob dan curah hujan yang tinggi," terangnya.
Selain itu, ada beberapa daerah yang patut diwaspadai banjir seperti di Kabupaten Jombang akibat dari aliran sungai Brantas. Kabupaten Sampang dari luapan sungai Kemuning. Luapan sungai Pekalen di wilayah Kabupaten Situbondo dan Bondowoso.
(roi/fat)











































