Rumah yang terdampak longsor kali ini milik keluarga Adi (58), warga Dusun Sanan Selatan. Menurut dia, longsornya bibir Sungai Gunting terjadi sekitar pukul 06.00 Wib.
"Istri saya sedang masak di dapur. Tiba-tiba tanah longsor dan merobohkan dapur saya," kata Adi kepada wartawan, Minggu (7/2/2016).
Beruntung istri Adi, Sumarmi (52) berhasil menyelamatkan diri. Hanya saja beberapa alat masak dan bangunan rumahnya hanyut terbawa derasnya arus Sungai Gunting.
Rumah keluarga Adi berjarak kurang dari 1 meter dari bibir Sungai Gunting. Sungai yang memiliki lebar sekitar 15 meter ini mengalir dari kawasan Pegunungan Anjasmoro di Kecamatan Wonosalam. Sejak semalam, debit air di Sungai Gunting terus meningkat menyusul hujan yang terus mengguyur sejumlah kawasan yang dilintasi sungai ini.
"Ketinggian air terus meningkat karena hujan tak kunjung reda sejak semalam," imbuh Adi.
Tak hanya rumah keluarga Adi, belasan rumah warga lainnya yang berada di sepanjang bibir Sungai Gunting juga terancam longsor. Bagian rumah warga kini hanya berjarak 2-3 meter dari bibir sungai yang kian kritis. Pasalnya, bibir sungai hanya berupa tanah sehingga mudah tergerus air.
"Kami berharap pemerintah segera membangun plengsengan di bibir sungai sebagai penguat agar tidak semakin mengancam rumah warga," pungkas Adi. (fat/fat)











































