Pemeriksaan kesehatan dan tes urine ini, sempat membuat para sopir terkejut dan takut. Sebab, tidak biasanya ada pemeriksaan sampai dilakukan tes urine dan cek kesehatan. Meski begitu, puluhan sopir yang diperiksa tidak ditemui mengkonsumsi narkoba.
Muhammad Abri, (55) salah satu sopir travel mengaku, awalnya dirinya takut karena diperiksa kesehatannya. Namun, setelah mengetahui prosesnya, dirinya malah merasakan dampak positifnya. Yakni mengetahui kondisi kesehatan pada tubuhnya dan mendapat obat bila kondisi tidak fit.
"Sempat takut. Tapi, ternyata malah saya dicek kesehatan tekanan darahnya dan diberi obat. Karena tekanan darah saya sampai 160," kata pria paruh baya tersebut kepada detikcom uasi di periksa dokter polisi di lokasi.
Senada dikatakan Edi (30) sopir truk asal Bali, dirinya juga sempat ketakutan diberhentikan dan diperiksa kesehatannya oleh Dokpol, namun dirinya enjoy karena selama ini tidak pernah mengkonsumsi narkoba.
"Senang dilakukan tes urine, ini juga sebagai peringatan kepada yang lain dan antisipasi masuknya narkoba di Probolinggo ini," tambahnya.
Sementara Kasat Lantas AKP Ahmad Hudi Arif mengatakan, jelang Imlek ini diperkirakan membuat arus lalu lintas makin padat. Bahkan, kemarin sore sudah mulai tampak kelonjakan kendaraan bermotor yang melintas. Kondisi itu, juga menjadi rawan terjadi kecelakaan.
Salah satu antisipasi lainnya, kata Hudi, dapat mencegah terjadinya kecelakaan, dengan memastikan kondisi kesehatan para pengemudi. Terutama, pengemudi bus dan truk.
"Ada sekitar 30 lebih pengemudi yang kami tes urine dan periksa kesehatannya. Hasilnya, tidak ada yang positif sedang pengaruh minuman beralkohol ataupun narkoba. Hal lain, ini juga mencegah masuknya peredaran narkoba di Kabupaten Probolinggo," tegas AKP Hudi. (fat/fat)











































