Bahkan tersangka yang beraksi seorang diri ini mengancam semua petugas yang akan menangkapnya dengan ancaman tembak mati.
Sebelumnya, tersangka yang mengaku pernah menjadi wartawan media mingguan ini juga melukai seorang ibu rumah tangga hanya gara-gara masalah sewa halaman rumah.
Dalam penyergapan yang terjadi di tengah malam, polisi juga melakukan penggeledahan di rumah tersangka. Polisi menemukan dua senjata laras panjang air softgun jenis SS1. Ditemukan juga ribuan peluru gotri dari bahan kuningan dan baja, baju doreng, dua pasang sepatu tentara, pisau, topi tas ransel.
Kepada petugas, tersangka mengaku mendapatkan tiga senjata dengan cara membeli. Namun anehnya, tersangka yang beraksi dalam pengaruh minuman keras tersebut mengaku jika malam itu ia sedang berolah raga.
"Saya waktu itu sedang olah raga. Senjata itu saya peroleh dari membeli," ujar tersangka kepada polisi.
Sementara Kapolres Madiun AKBP Tony Surya Putra, tersangka dikenal warga sekitar sering bikin resah. Setiap kali berulah selalu membawa senjata dan tidak segan-segan mengancam membunuh kepada siapa saja.
"Tersangka memang sering membikin resah warga sekitar. Bahkan malam itu tersangka mengancam seorang korban dan memukul tangan korban yang waktu itu sudah terintimidasi," tegas Kapolres.
Hingga saat ini polisi masih mendalami kasusnya dan melakukan penyelidikan asal muasal tiga pucuk senjata milik tersangka. (fat/fat)











































