Batik Karakter Jokowi Sambut Imlek

Batik Karakter Jokowi Sambut Imlek

Muhammad Aminudin - detikNews
Rabu, 03 Feb 2016 16:27 WIB
Foto: M Aminudin
Malang - Rumah Batik Tulis Celaket (BTC) membuat terobosan produk berkarakter wajah Presiden Jokowi khusus menyambut perayaan Imlek tahun ini.

Owner BTC Hanan Jalil mengatakan, karakter Jokowi sengaja dipilih untuk momen imlek jatuh pada pekan depan.

"Ini adalah wujud kami menghormati saudara Tionghoa tengah merayakan tahun baru Cina (Imlek,red)," kata Hanan ditemui di outletnya Jalan Jaksa Agung Suprapto Gang II Nomor 71, Kota Malang, Rabu (3/2/2016).

Di sisi lain, karakter Jokowi dibuat sebagai bentuk kritik atas segala kebijakannya. Seperti penerapan, kemeja putih dan celana hitam sebagai seragam dinas Pegawai Negeri Sipil (PNS) setiap hari Kamis.

Mengapa demikian, kata dia, kebijakan itu ternyata memiliki dampak signifikan terhadap omzet penjualan produk batik tulisnya. "Terus terang, adanya kebijakan itu sangat berdampak kepada kami. Biasanya batik bisa digunakan bagi PNS berdinas kini tidak lagi," ucapnya geram.

Dia pun mengaku membuat batik tulis dengan karakter Jokowi sebagai bentuk pelampiasan amarah terhadap kebijakan tersebut.

"Makanya kami membuat batik tulis gambar Jokowi sebagai bentuk gregetan saya terhadap kebijakannya, makanya saya buat agak miring," ungkap Hanan.

Ia berpendapat konsep sederhana yang diterapkan presiden Jokowi tidak harus memakai seragam putih-hitam namun juga bisa memakai batik sebagai bahan untuk seragam

"Semenjak diberlakukan kebijakan itu jumlah penjualan batik menurun 30 hingga 50 persen, tidak seperti kebijakan waktu presiden SBY yang pakai batik tiap Rabu-Kamis," jelasnya.

Menurut dia, dampak kebijakan inipun tidak hanya dirasakan di Kota Malang saja. Melainkan juga berdampak hampir pada seluruh perajin batik di Indonesia.

"Karena kebijakan ini kan berlaku di seluruh Indonesia. Jadi saya rasa juga berdampak di seluruh Indonesia," tuturnya.

Ditambahkan, kebijakan ini juga tidak baik diterapkan di era MEA (Masyarakat Ekonomi Asean). Karena kebijakan seragam ini dirasa sangat tidak mendukung industri perbatikan nasional.

"Kami ingin kebijakan yang mendukung kearifan lokal. Bukan justru malah menghancurkan usaha lokal. Karena, di era MEA ini yang dibutuhkan para perajin batik dan pelaku bisnis kreatif lainnya bukan modal," tambahnya.

Batik tulis gambar muka Jokowi dengan ukuran kain selebar 2 meter ini rencananya akan dijual seharga Rp 250 ribu. (fat/fat)
Berita Terkait